Rabu 05 Agustus 2020, 14:55 WIB

Pandemi, Ketergantungan terhadap Internet Meningkat 5 Kali Lipat

Atalya Puspa | Humaniora
Pandemi, Ketergantungan terhadap Internet Meningkat 5 Kali Lipat

ANTARA/SYAIFUL ARIF
Sejumlah siswa belajar di rumah warga yang mempunyai akses internet di Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Jombang, Jawa Timur, Selasa (4/8).

 

Selama pandemi covid-19, prevalensi ketergantungan internet masyarakat meningkat. Di Indonesia sendiri, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kepala Departemen Medik Kesehatan Jiwa RSCM FK Universitas Indonesia Kristina Siste Kurniasanti, ketergantungan internet pada orang dewasa meningkat 5 kali lipat selama pandemi covid-19.

"Terdapat 4.734 partisipan orang dewasa. Berdasarkan survei, peningkatan kecanduan internet meningkat 5 kali lipat pandemi, yakni menjadi 14,4% dari sebelumnya hanya 3%. Adapun, 96% mengakses smartfone, dan rata-rata durasi 10 jam perhari," kata Kristina dalam Temu Media Kesehatan Jiwa yang dilaksanakan secara daring oleh Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8).

Baca juga: Menristek Sepakat Perpanjang Kemitraan Iptek dengan Inggris

Adapun, Kristina menyebut, ketergantungan terhadap internet pada remaja di masa pandemi ini juga lebih tinggi, yakni mencapai angka 19,3% dengan rata-rata penggunaan 11,6 jam per harinya.

"Paling banyak menggunakan media sosial. Medsos sering mulai dari WhatsApp, Instagram, Twitter, Facebook, Line, hingga menggunakan YouTube jadi tidak terkendali," bebernya.

Untuk itu, Kristina menilai pemerintah perlu mengatur aktivitas penggunaan internet masyarakat, khususnya remaja dan anak. Pasalnya, ketergantungan terhadap internet dapat mengganggu kesehatan jiwa anak dan remaja.

"Adiksi atau kecanduan internet, penggunaan internet yang berlebihan akan mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari. Misalnya fungsi tidur, makan, mandi, berelasi dengan orang lain," ungkap Kristina.

"Depkes harus membuat pedoman penggunaan internet sehat. Adakan pula duta internet sehat, agar bisa jadi role model bagi anak-anak," imbuhnya.

Selain itu, orang tua dinilainya harus membatasi penggunaan internet pada anak, agar anak tidak mengalami ketergantungan.

"Deteksi dini, reward dan konsekuensi harus dijalankan. Membuat aturan, misalnya charger HP gak boleh di kamar. Orang tua juga harus menjadi role model. Saat orang tua bicara dengan anak sambil main HP, itu gak boleh. Karena anak akan meniru," tandasnya. (H-3)

Baca Juga

Dok Satgas Penanggulangan Covid-19

Tinjau GOR Gelarsena Klaten, Ketua Satgas Ingin Pengendalian COVID-19 Terintegrasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 00:00 WIB
“Antara penanganan di hulu dan di hilir ini harus kolaboratif. Harus menjadi satu rangkaian penanganan covid-19 yang terintegrasi...
Dok. Satgas Relawan

Kolaborasi Satgas Relawan-Baznas Beri Edukasi soal Pemulasaran Jenazah Covid-19

👤Mediaindoensia.com 🕔Kamis 29 Juli 2021, 23:43 WIB
Relawan COVID-19 yang mengikuti Kegiatan Webinar hari ini kemudian akan dilatih dan didampingi untuk membantu proses pemulasaran jenazah...
Dok. Aprobi

Dukung PPKM, Aprobi Bagikan 1.200 Paket Makanan Tiap Hari

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 29 Juli 2021, 22:34 WIB
Paket makanan tersebut didistribusikan ke sejumlah wilayah di Jabodetabek dan ditujukan utamanya bagi masyarakat yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Atletik Jadi Lumbung Medali

SALAH satu cabang olahraga yang akan sangat menarik untuk disaksikan di Olimpiade 2020 ialah atletik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya