Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA ada 30 kampanye vaksinasi campak dan rubella (campak jerman) dibatalkan di sejumlah negara selama pandemi covid-19 dan ini bisa mengakibatkan wabah baru di 2020 dan tahun-tahun berikutnya. Indonesia menjadi salah satu dari negara yang diminta mewaspadai kemunculan wabah campak dan rubella itu.
Demikian laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF yang dirilis, Rabu, 15 Juli 2020. Dari laporan itu diketahui bahwa Indonesia termasuk dalam 24 negara yang melaporkan adanya disrupsi imunisasi karena pandemi covid-19.
Indonesia juga termasuk dalam 10 besar negara dengan anak-anak yang paling tidak terlindungi vaksin mencapai 12,2 juta anak. Sepuluh 10 negara itu menyumbang 62% dari 20 juta anak di dunia yang tidak divaksin.
Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO menegaskan, vaksin adalah salah satu alat paling kuat dalam sejarah kesehatan masyarakat dan telah diakui keberhasilannya. Akan tetapi, imbuhnya, pandemi covid-19 telah menempatkan keberhasilan itu dalam risiko.
"Penderitaan dan kematian yang dapat dihindari yang disebabkan oleh anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin bisa jauh lebih besar dari covid-19 itu sendiri," ujarnya seperti dilansir dari laman UNICEF, Kamis (16/7).
Ia menegaskan, kondisi tersebut harus segera disikapi karena vaksin dapat dikirimkan dengan aman bahkan selama pandemi. "Kami menyerukan kepada seluruh negara untuk memastikan program penting yang menyelamatkan jiwa ini agar berlanjut,” pungkasnya.
Pada 2019, WHO mencatat ada 863 ribu kasus campak yang dilaporkan. Angka ini melonjak dua kali juga dibandingkan dengan situasi 2018 yang cuma mencatatkan 260 kasus campak.
Sebanyak 86% kasus campak itu terjadi di 10 negara, yakni Kongo (39%), Madagaskar (25%), Ukraina (7%)< Filipina (6%), Nigeria (3%), Brasil (2%), Vietnam (2%), Kazakhstan (2%), India (1%) dan Nigeria (1%).
Dengan cakupan campak rutin yang rendah, WHO meminta negara-negara yang paling terdampak itu memberikan imunisasi dan melakukan surveilans untuk mengendalikan wabah penyakit ini. (H-2)
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak. Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, serta parotitis atau yang lebih dikenal dengan gondongan.
UPTD Puskesmas Semboro bersama TNI, Polri, dan Kades gencarkan imunisasi ORI Campak di 4 desa untuk tekan risiko KLB di Jember tahun 2026.
Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa sampai dengan minggu kesembilan 2026, kasus campak di Indonesia telah turun menjadi 511 kasus dari sebelumnya 531 kasus.
Berdasarkan data Kemenkes hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat sebanyak 10.453 kasus suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan enam kasus kematian.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved