Kamis 16 Juli 2020, 11:50 WIB

WHO: Campak dan Rubella Bisa Jadi Wabah Baru di 2020

Zubaedah Hanum | Humaniora
WHO: Campak dan Rubella Bisa Jadi Wabah Baru di 2020

AFP
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

 

SEDIKITNYA ada 30 kampanye vaksinasi campak dan rubella (campak jerman) dibatalkan di sejumlah negara selama pandemi covid-19 dan ini bisa mengakibatkan wabah baru di 2020 dan tahun-tahun berikutnya. Indonesia menjadi salah satu dari negara yang diminta mewaspadai kemunculan wabah campak dan rubella itu.

Demikian laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF yang dirilis, Rabu, 15 Juli 2020. Dari laporan itu diketahui bahwa Indonesia termasuk dalam 24 negara yang melaporkan adanya disrupsi imunisasi karena pandemi covid-19.

Indonesia juga termasuk dalam 10 besar negara dengan anak-anak yang paling tidak terlindungi vaksin mencapai 12,2 juta anak. Sepuluh 10 negara itu menyumbang 62% dari 20 juta anak di dunia yang tidak divaksin.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO menegaskan, vaksin adalah salah satu alat paling kuat dalam sejarah kesehatan masyarakat dan telah diakui keberhasilannya. Akan tetapi, imbuhnya, pandemi covid-19 telah menempatkan keberhasilan itu dalam risiko.

"Penderitaan dan kematian yang dapat dihindari yang disebabkan oleh anak-anak yang kehilangan imunisasi rutin bisa jauh lebih besar dari covid-19 itu sendiri," ujarnya seperti dilansir dari laman UNICEF, Kamis (16/7).

Ia menegaskan, kondisi tersebut harus segera disikapi karena vaksin dapat dikirimkan dengan aman bahkan selama pandemi. "Kami menyerukan kepada seluruh negara untuk memastikan program penting yang menyelamatkan jiwa ini agar berlanjut,” pungkasnya.

Pada 2019, WHO mencatat ada 863 ribu kasus campak yang dilaporkan. Angka ini melonjak dua kali juga dibandingkan dengan situasi 2018 yang cuma mencatatkan 260 kasus campak.

Sebanyak 86% kasus campak itu terjadi di 10 negara, yakni Kongo (39%), Madagaskar (25%), Ukraina (7%)< Filipina (6%), Nigeria (3%), Brasil (2%), Vietnam (2%), Kazakhstan (2%), India (1%) dan Nigeria (1%).

Dengan cakupan campak rutin yang rendah, WHO meminta negara-negara yang paling terdampak itu memberikan imunisasi dan melakukan surveilans untuk mengendalikan wabah penyakit ini. (H-2)

 

Baca Juga

ANTARA

Jokowi Sukses Buka Akses Pendidikan Bagi Masyarakat Kurang Mampu

👤Widhoroso 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:45 WIB
SEJUMLAH kebijakan di sektor pendidikan yang dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdampak positif bagi...
MI/ HO

PGRI Serukan Dialog Bahas RUU Sisdiknas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:32 WIB
Tujuannya, agar menghasilkan UU yang  komprehensif membuat dunia pendidikan di Tanah Air lebih...
Satgas Penanganan Covid-19

Satgas Covid-19: Kenaikan Mobilitas Masyarakat Tertinggi selama Pandemi

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:25 WIB
KENAIKAN mobilitas masyarakat Indonesia saat ini menjadi yang tertinggi selama pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya