Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dinilai sebagai solusi ketahanan energi yang andal, terjangkau, dan ramah lingkungan di masa depan.
"Untuk menjaga lingkungan hidup kemudian menjaga ketahanan energi dan pasokan energi dalam jumlah besar, PLTN bisa digunakan mes kipun tetap harus mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan. Bagaimanapun, Indonesia tetap mempertimbangkan PLTN
menjadi salah satu alternatif," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza Antariksawan.
Dia menjelaskan PLTN menjadi salah satu pembangkit energi bersih yang tidak meng emisi karbon dioksida (CO2) dan itu diakui dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN).
"Di dalam KEN pun menyebutkan bahwa kalau kita memperhitungkan kelestarian lingkungan hidup, nuklir dipertimbangkan. Kita sekarang membutuhkan energi yang bersih sehingga harusnya PLTN itu dipertimbangkan dengan baik," tutur Anhar.
Anhar mengatakan PLTN merupakan salah satu pembangkit listrik yang saat ini di dunia berkontribusi sekitar 15% dari listrik dunia. Ada sekitar 440 PLTN yang beroperasi di seluruh dunia.
Polemik pembangunan PLTN terjadi karena masih ada kekhawatiran terjadinya kecelakaan dan pencemaran limbah radioaktif yang membahayakan masyarakat.
Terkait pengelolaan limbah radioaktif tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Limbah Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) Batan, Hen dro, menjelaskan Batan memanfaatkan sejumlah metode pengelolaan limbah radioaktif untuk mereduksi volume dan mengurangi paparan radiasi dari limbah radioaktif agar tidak membahayakan manusia dan lingkungan.
Metode itu ialah kompaksi, insinerasi, evaporasi, dan imobilisasi. "PTLR adalah satu-satunya tempat pengelola limbah radioaktif di Indonesia," kata Hendro dalam seminar virtual Pengelolaan Limbah Radioaktif dan Limbah B3 di Instalasi Bahan Bakar Nuklir, kemarin. (Ant/H-1)
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Nuklir bukan hanya untuk energi, namun juga untuk kesehatan dan riset medis
Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan dukungan tenaga ahli untuk proyek pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Indonesia dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo di Moskow
RISET terbaru Korea Institute for Defense Analyses menyebut kemampuan nuklir Korea Utara selama ini diremehkan.
Kepala Divisi Riset Keamanan Nuklir KIDA, Lee Sang-kyu, memperkirakan nuklir Korea Utara kemungkinan mencapai 127 sampai 150.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved