Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan akan mengkaji secara seksama temuan virus flu babi jenis baru di Tiongkok. Para peneliti di Tiongkok mengatakan virus tersebut berpotensi memicu pandemi di masa mendatang.
Menanggapi hal itu, Kementerian Kesehatan mengaku telah mengantisipasi ancaman pandemi zoonosis baru dengan melakukan strategi one health.
"Terkait itu, kita sudah punya strategi yang kita sebut one health," Direktur Pencegahan dan Pengendalian penyakit Tular Vektor dan Zoonosis Siti Nadia Tarmizi kepada Media Indonesia, Selasa (7/7).
Baca juga: Penanganan Covid-19 di Maluku Utara Tuai Pujian
Adapun, one health merupakan upaya kolaboratif dari berbagai sektor, utamanya kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global untuk mencapai kesehatan yang optimal.
Nadia menyatakan, dalam hal ini, Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Nadia menyatakan secara konkret pihaknya gencar melakukan surveilans, khususnya di peternakan babi untuk mengantisipasi adanya potensi penyebaran virus baru.
"Untuk kewaspadaan, kita tetap membangun survaeilans di hewan ternak karena ternak tidak lepas dari ancaman penyakit zoonosis. Kita lihat ternak babi berdasarkan pengawasan dari Kementan," tandasnya. (OL-1)
Kasus flu babi H1N1pdm09 kembali menjadi sorotan setelah lima anak di Riau meninggal. Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan langkah penanggulangan salah satunya pola hidup sehat.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kelima anak di Riau tersebut positif terinfeksi Influenza A/H1pdm09 dan Haemophilus influenzae atau flu babi
KASUS Influenza A di Kota Batam dilaporkan mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.
Ribuan hewan ternak babi mati mendadak di Parigi Moutong, Poso, dan Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Penyebabnya, virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.
Sebanyak 14.756 ekor ternak babi di Luwu Timurm Sulawesi Selatan mati mendadak akibat serangan virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika.
Ratusan babi di beberapa daerah mati mendadak diduga akibat Flu Babi Afrika yang sebelumnya telah dikonfirmasi mewabah di Batam. Namun, Menteri Pertanian membantahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved