Sabtu 04 Juli 2020, 18:02 WIB

Guru Besar Unhas: Kalung Antivirus Mentan Butuh Pembuktian Ilmiah

M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Guru Besar Unhas: Kalung Antivirus Mentan Butuh Pembuktian Ilmiah

FOTO ANTARA/Dewi Fajriani
MAantan Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi

 

MANTAN Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi menuturkan, kalung antivirus yang dikenalkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo masih dalam penelitian. Menyoal tingkat keampuhannya, masih perlu dibuktikan secara ilmiah.

"Jadi itu masih dalam penelitian. Kami sebetulnya mau bikin penelitian bersama Balitbangan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian). Tapi ke BPOM, dia bilang tidak bisa langsung studi kasus kepada manusia sebelum melakukan ujian klinis atau praklinis. Kalau begini ya kapan lagi? Sedangkan ini dalam keadaan emergency," tuturnya saat dihubungi, Sabtu (4/7).

Padahal, lanjut Idrus, bahan dasar yang digunakan pada kalung antivirus tersebut ialah eucalyptus yang umum digunakan masyarakat. Oleh karena itu ia mendorong Balitbangan untuk meneruskan membuat kalung tersebut.

Baca juga: Tambah 1.447, Kasus Covid-19 di Indonesia Capai 62.142

Bila hasilnya terbukti dapat membuh virus korona, maka data tersebut dapat dimasukkan ke dalam sebuah jurnal.

"Saya tidak tahu kenapa, birokrasi kita memang sulit juga, banyak aturan yang begitu dan begini, tidak bisa dikasih izin sebelum ada ujian praklinisnya. Ini yang menjadi masalah. Padahal kalau kita lihat jurnal, itu sudah banyak sekali penelitian mengenai eucalyptus," tutur Idrus.

Eucalyptus, imbuhnya, mengandung 1,8 cineol yang kerap digunakan sebagai campuran obat, parfum serta beberapa produk kesehatan seperti analgesik dan meningkatkan sistem imun tubuh. Itu pun juga tercatat di berbagai jurnal yang meneliti tentang tanaman sejenis pohon tersebut.

Keampuhan eucalyptus sejatinya memang belum diteliti pada virus korona. Akan tetapi, kata Idrus, eucalyptus telah diuji secara klinis pada influenza dan flu burung. "Nah itu namanya virus kan sama saja. Dia punya sifat yang sama. Jadi dasar itu kita mau bikin penelitian khusus mengenai itu. Tapi izinnya belum keluar, tidak dikasih izin oleh BPOM," terang Idrus.

Idrus menambahkan, studi kasus mengenai eucalyptus pada covid-19 telah dilakukan dan hasilnya terjadi perbaikan klinis pada penderita. Pasien covid-19 yang menggunakan eucalyptus dalam kurun 2 hingga 3 hari menunjukkan perbaikan dan terjadi percepatan penyembuhan.

"Setelah itu dilakukan swab test dan hasil swabnya jadi negatif," ujarnya.

Menyoal tingkat keampuhan kalung antivirus yang diperkenalkan mentan, kata Idrus, masih perlu dibuktikan secara ilmiah. Namun, umumnya virus akan masuk melalui saluran pernapasan atas yakni hidung.

Eucalyptus yang memiliki aroma kuat disinyalir dapat menghancurkan yang masuk ke dalam hidung sebelum akhirnya sampai ke paru-paru dan merusaknya. Namun Idrus mengakui, itu perlu dilakukan pengujian dan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kebenarannya.

"Logika saya, virus ini punya dinding sangat lemah sebetulnya. Itu dindingnya terdiri dari lipoprotein. Makanya, kalau kita kasih deterjen saja dia mati, pecah dia punya kapsul, dia langsung mati. Kalau kita pakai eucalyptus itu keras sekali aromanya. Bisa saja dia hancur setidaknya," imbuhnya.

"Dari studi kasus dan pengalaman klinis, itu dia perbaikan klinis. Banyak sekali. Secara klinis membaik," pungkas dia.

Sebelumnya, Mentan Syahrul menuturkan akan memproduksi secara massal kalung antivirus korona pada Agustus 2020. Kalung itu disebut dapat membunuh virus korona hingga 42% dengan pemakaian selama 15 menit. Bila digunakan selama 30 menit, dipercaya virus yang akan mati mencapai 80%. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/AMER HILABI

Kesthuri Sebut Kerajaan Arab Saudi Siap Terima Jemaah Umrah Indonesia

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 20:52 WIB
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyampaikan informasi bahwa Kerajaan Arab Saudi sudah sangat siap menerima umrah dari...
Foto/Dok.MI

Peduli Lingkungan, Industri Kosmetik Turut Dukung Kampanye Sustainability

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 19:32 WIB
Keuntungan penjualan dari produk kosmetik akan digunakan untuk mengadopsi bibit kayu keras di wilayah Kalimantan tepatnya di sekitar...
Antara/HO-BNPT

Ketua MUI: Maknai Maulid Nabi untuk Menjaga 'Ukhuwah Wathaniyah'

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 18:33 WIB
Yusnar Yusuf Rangkuti menuturkan Maulid Nabi dapat dimaknai menjaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan) untuk menjadikan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya