Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Rapid Test untuk Orang Kontak Langsung dengan Penderita Covid-19

Ferdian Ananda Majni
19/6/2020 19:11
Rapid Test untuk Orang Kontak Langsung dengan Penderita Covid-19
Ilustrasi(Antara)

MASYARAKAT yang menjalani rapid test dipastikan memiliki kontak erat atau riwayat kontak dengan penderita covid-19.

"Jadi rapid test Itu kan tujuannya sebenarnya screening atau sebenarnya menapis jadi memastikan bahwa orang yang memiliki kontak erat atau riwayat dengan penderita itulah yang harusnya di tes apakah yang bersangkutan itu terinfeksi atau tidak menggunakan rapid test," kata Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Gedung BNPB Jakarta, Jumat (19/6)

Dia menambahkan seandainya hasil negatif, maka tujuh hari sampai 10 hari lagi harus diulang. Ini dilakukan dalam rangka menapis tentunya tidak semua orang harus dites.

"Kalau negatif akan dites kembali sekitar 10 hari kemudia, kalau positif maka akan di tes lagi menggunakan PCR supaya memastikan betulan sakit atau tidak," ujarnya.

Selanjutnya jika tes PCR positif, maka biasanya juga sudah ada gejala maka otomatis mungkin perlu dirawat.

"Jika PCR negatif berarti tidak ada virusnya di situ, dia bukan penderita," lanjutnya.

Baca juga : Warga Banten Tolak Rapid Test karena Khawatir Dinyatakan Positif

Dia menegaskan selama proses menunggu hasil PCR, mereka harus isolasi mandiri di rumah. Namun, jika sebelumnya rapid test negatif, tetapi ada gejalanya maka alurnya ia harus kunjungi RS terdekat untuk diperiksa.

"Sebetulnya rapid test ini tidak perlu ditakuti ini cuma screaning sebetulnya positif atau negatif alurnya sudah jelas kalau nanti kita positif langsung ada PCR akan mengikuti, PCR negatif sudah selesai maka bisa beraktivitas dengan protokol kesehatan," lanjutnya

Jika rapid tes negatif harus diulang karena fungsinya yang ada sekarang hanya antibodi jadi melihat apakah bersangkutan itu sudah muncul antibodinya pada saat diperiksa pertama bisa jadi antibodinya belum muncul di dalam tubuh maka diulang lagi kalau sudah 7 hari sampai 10 hari

"Jika diperiksa lagi dan antibodi yang tidak terbentuk artinya negatif berarti dia negatif. Jika ada gejala periksa,

Siapa tahu gejalanya itu ternyata bukan Covid-19 jangan takut selalu diasumsikan kok sekarang kalau punya batuk terus Covid-19 nanti dulu tanya saja pada dokter," pungkasnya. (OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Baharman
Berita Lainnya