Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengingatkan ancaman penumpukan sampah. Sebab, volume sampah terus meningkat dari waktu ke waktu. Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia baik pemerintah, pelaku bisnis hingga warga, untuk sama-sama menangani sampah dengan baik
"Timbunan sampah sangat besar 67,8 juta ton. Kita perlu memperhatikan ini lebih serius," kata Siti dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa (9/6).
Siti mengaku masalah sampah di Indonesia kian kompleks. Bahkan, volume sampah semakin bertambah seiring meningkatnya jumlah penduduk. Siti menegaskan masalah sampah harus diperhatikan sejak dini. Jumlah sampah diperkirakan meningkat dua kali lipat dan sampah plastik bertambah 35% pada 2050 jika tidak segera ditangani.
"Akibatnya sampah plastik yang tidak tertangani dan mencemari ekosistem darat, air, dan mengancam kesehatan, semakin banyak," ucapnya.
Baca juga: Efek PSBB, Timbunan Sampah Harian di Jakarta Ikut Berkurang
Siti mengatakan penumpukan sampah adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku bisnis. Pemerintah menetapkan dua langkah yaitu mengurangi dan menangani sampah. Dia menyebut hal itu tak mudah dilakukan namun bisa berhasil jika dilakukan bersama.
"Tidak mudah dengan segala konsekuensi yang. Tapi saya lihat dan yakin dukungan masyarakat semakin kuat dan meluas," tuturnya.(OL-5)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved