Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Ekonomi Umat (LEU MUI) bekerjasama dengan PW NU DKI membuat Program memuliakan para guru yang terdampak wabah korona di Jakarta dengan membagikan 10 ribu paket sembako kepada ustaz dan ustazah.
Situasi pandemi ini membuat situasi dan kondisi ekonomi semakin terpuruk, untuk itu kami terpanggil untuk ikut membantu ekonomi rakyat yang terkena dampak khususnya para ustaz dan ustazah yang dibatasi ruang gerak dakwah di pengajian dan majelis taklim.
Menurut Kyai Muallif ZA sekretaris Umum PW NU DKI pilihan membantu para guru, ustaz dan ustazah adalah karena mereka pelita yang selalu memberikan cahaya di tengah kegelapan. Pandemi Covid-19 telah menambah beban bagi kesehatan keluarga mereka, karena pengajian dan majelis taklim untuk sementara waktu tidak bisa di laksanakan
Paket Sembako ini di berikan secara simbolis di berikan di sekretariat PW NU DKI di Jl. Utan Kayu Raya No.112, RT.1/RW.9, Utan Kayu Utara, Kec. Matraman, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta pada rabu sore dan di hadiri ustadz Agus Muslim PC NU Jakarta Utara, ustadz Fathonah Jakarta Timur, ustadz Agus Salim Jakarta Barat, ustadz Saefudin Jakarta Pusat dan ustadz Sumarno Kepulauan Seribu di saksikan Oleh Wakil ketua MPR RI KH Arsul Sani dan kepala kesbangpol provinsi DKI H Taufan Bakri ujar Kyai Hazami wakil sekretaris PW NU DKI Jakarta.
Ustadz Safrin Yusuf yang juga merupakan tim dari LEU MUI menjelaskan bahwa bantuan dari LEU ini hanya stimulan untuk mengajak para aghniya lainnya mau ikut berpartisipasi donasi.
Ustadz Samsul Maarif wakil ketum PW NU DKI mengatakan program Kerjasama LEU dan PW NU DKI dalam wadah satgas NU Peuli Covid-19 adalah langkah awal yang strategis kemitraan strategis. Kedepan coba di jajagi Kerjasama lebih luas dengan Lembaga dakwah atau ormas lainnya,beliau juga memberikan kultum. Acara diakhiri dengan doa oleh wakil Rosi Syuriah KH Syahroni dan aktivitas berbuka puasa bersama. (OL-12)
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan gedung baru Majelis Ulama Indonesia akan dibangun di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris yang berada di kawasan Bundaran HI.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyinggung adanya kelompok garong yang sering menyerang balik pemerintah setiap upaya pemberantasan korupsi dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved