Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN wabah covid-19, Indonesia juga masih dilanda kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terus meningkat tahun ini.
Catatan Kementerian Kesehatan menyebutkan, hingga pertengahan April 2020, ada lebih dari 41 ribu kasus DBD di Tanah Air.
Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur menjadi dua provinsi teratas jumlah kasus DBD. Per 16 April 2020, Jabar menempati peringkat pertama dengan 6.337 kasus sedangkan NTT 4.679 kasus.
Sementara untuk data sebaran kematian akibat DBD, peringkat pertama ditempati NTT dengan 48 kasus diikuti Jawa Tengah dengan 39 kasus.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut tidak ada penanganan khusus DBD selama pandemi covid-19.
Baca juga : MUI: Takut Terhadap Covid-19 Bukan Perbuatan Musyrik
"Hanya lebih hati-hati saja karena ada beberapa kasus yang bersamaan, DBD tapi kemudian menjadi covid-19," ungkap Nadia kepada Media Indonesia, Jumat (17/4) lalu.
"Untuk fogging kita memperhatikan kebijakan jaga jarak. Lalu, tidak ada penyemprotan di dalam rumah," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan Pemerintah untuk mewaspadai lonjakan kasus demam berdarah di Tanah Air. Lestari mengutip data Kemenkes yang menyatakan per 14 April 2020 jumlah kasus DBD telah mencapai 41.883 kasus yang lebih tinggi dari total kasus tahun lalu sebanyak 40.425.
"Saya memahami, pemerintah saat ini memang dihadapkan pada persoalan kesehatan yang rumit dan berat terkait dengan wabah covid-19, namun tren naiknya jumlah kasus DBD juga jangan diabaikan," ujar Lestari dalam keterangan resmi, Kamis (16/4). (OL-7)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan penyelesaian masalah BPJS dapat dilakukan tanpa menunggu Perpres.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Azhar Jaya, memaparkan lokasi 66 rumah sakit tersebut tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengatakan sebagai upaya pencegahan virus Nipah maka yang bisa dilakukan yaitu menjaga protokol kesehatan, dan mengetahui cara penularannya.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Kemenkes bekerja sama dengan Philips, Graha Teknomedika, dan Panasonic Healthcare Indonesia sepakat untuk melakukan transfer teknologi dan produksi alkes berteknologi tinggi secara lokal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved