Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Pasrah dan Tawakal Sembuhkan Cellica dari Covid-19

Cikwan Suwandi
16/4/2020 20:30
Pasrah dan Tawakal Sembuhkan Cellica dari Covid-19
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana(MI/Cikwan Suwandi)

WARGA Karawang, Jawa Barat  sangat terkejut mendengar pengumuman yang disampaikan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana pada 24 Maret lalu. Dengan terbuka, Cellica mengatakan bahwa hasil tes swab dirinya positif covid-19.

Suasana emosional saat Cellica mengumumkan melalui video itu, dia didampingi Kepala BKPSDM Asep Aang dan Ajudan Bupati Herlin.  Cellica terlihat berupaya tegar. Dia mengimbau warga Karawang untuk tetap tenang dan mengikuti imbauan pemerintah dalam menghadapi wabah Covid-19.

"Saya pasrah kepada Allah SWT dan tawakal. Saya yakin akan sembuh dengan cepat. Saya terus menenangkan hati saya, keyakinan sembuh terus saya perkuat tanpa memikirkan keresahan covid-19 yang ada dalam tubuh saya," ungkap Cellica kepada Media Indonesia melalui sambungan video call, Kamis (16/4).

Senin 13 April 2020, setelah mendapatkan perawatan kurang lebih 20 hari di RSUD Karawang, Cellica menjadi pasien pertama yang dinyatakan sembuh. "Alhamdulillah, saya sangat bersyukur," ungkapnya.

Ia mengaku banyak hikmah dan pelajaran yang dia ambil selama perawatan di RSUD Karawang. Ia menjadi lebih fokus beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan.

Untuk mengurangi kejenuhan dan menambah referensinya, ia lebih sering membaca buku. Terutama buku-buku religi tentang kisah rasul, keluarga rasul dan sahabat-sahabar rasul.

"Bahkan saya pun sering melakukan video call dengan keluarga, papah, teman kampus, teman sekolah dan mantan pacar juga ada yang video call. Jadi ada ada hikmah silaturahmi, bahkan sampai sekarang," ungkapnya.

Kendati demikian, perempuan kelahiran 18 Juli 1980 itu tetap bekerja memantau perkembangan covid-19 di Karawang. "Saya tetap bekerja, saya memberikan arahan-arahan. Bahkan sampai malam hari. Semua warga Karawang harus diperhatikan oleh pemerintah, mereka yang positif harus dijamin untuk sembuh," ucapnya.

Terlebih ketika adanya pasien covid-19 yang ditolak warga saat akan di makamkan. "Saya pantau terus dari jam 1 dini hari hingga pagi jam 6. Saat itu Pak Kapolres telepon saya, terus melakukan komunikasi ke semua pihak," ucapnya.

Selama perawatan, Cellica mengaku sering mengkonsumsi buah-buahan alami terutama jeruk. Kemudian dirinya juga sering meminum jahe merah dan daun sirih serta meminum air hangat.

"Bahkan ada kebiasaan yang berubah. Biasanya saya tidur harus menggunakan Ac dan dingin. Tetapi saat ini harus terima untuk tidur dengan keringatan. Kemudian saya biasa minum dingin, tetapi sekarang harus minum air hangat yang cenderung panas. Selain itu vitamin dan suplemen dari dokter lalu hampir setiap hari minum jahe merah dan sirih, karena saya percaya ciptaan Allah ini lebih baik sebagai antibiotik alami.  Dan terpenting hidup harus lebih optimis dan mempercayakan kepada diri dan kepada Tuhan," ungkapnya.

Cellica juga mengimbau kepada warga Karawang untuk terus mengikuti anjuran pemerintah menghadapi covid-19. Untuk tetap menggunakan masker, psykal distancing, berjemur, rajin mencuci tangan, tahan diri  tetap di rumah, menjaga pola makan yang baik, banyak makan buah dan sayur, vitamin C dan berolahraga.

"Untuk kaitan PSBB, kami tengah melakukan kajian dan komunikasi kepada pemerintah pusat dan provinsi. Terutama kami harus melakukan jaminan perekonomian warga," pungkasnya. (OL-13)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya