Rabu 08 April 2020, 14:50 WIB

Empat Kali Gempa Tektonik Awal April, BMKG: Lebih Waspada

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Empat Kali Gempa Tektonik Awal April, BMKG: Lebih Waspada

Antara/Budiyanto
Warga melihat bangunan rusak akibat gempa bumi di Kecamatan Kabandungan, Sukabumi, Jawa Barat.

 

SEJAK awal April, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat peningkatan aktivitas seismik di Samudera Hindia bagian selatan, yang ditandai empat kali gempa tektonik.

Rinciannya, gempa tektonik 4,3 skala richter (SR) pada 2 April, gempa 4,9 SR pada 5 April, kemudian gempa 3,0 SR dan gempa 5,2 SR yang keduanya pada 7 April.

Menyoroti aktivitas gempa yang meningkat di awal April, Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan peningkatan aktivitas seismik patut diwaspadai. Sebab, zona selatan Jawa Timur adalah zona megathrust yang memiliki histori gempa kuat.

Baca juga: BMKG Pastikan Ancaman Gempa Megathrust Nyata

"Pernah memicu tsunami yang terjadi terakhir pada tahun 1994 sebagai tsunami Banyuwangi," kata Daryono kepada Media Indonesia, Rabu (8/4).

Namun, peristiwa gempa besar belum bisa diprediksi. Menurutnya, hampir semua peristiwa gempa besar ditandai dengan gempa pembuka.

"Hampir pasti, semua gempa besar ada gempa pendahuluannya (gempa pembuka). Tapi untuk menilai aktivitas gempa sebagai gempa pembuka, tidak mudah," imbuh Daryono.

Dia menjelaskan aktivitas gempa juga sulit dipolakan. Sehingga, peningkatan aktivitas seismik juga belum tentu berujung terjadinya gempa kuat. "Tetapi berakhir dengan sendirinya. Sehingga kewaspadaan dan kesiagaan selalu menjadi penting," paparnya.

Baca juga: Orangtua Harus Buat Anak tak Panik Saat Gempa

Meskipun gempa tidak bisa diprediksi, dia berharap masyarakat dapat melakukan mitigasi bila suatu waktu terjadi gempa dan tsunami. "Masyarakat perlu memahami cara selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami. Menyiapkan bangunan aman gempa dan tata ruang pantai berbasis risiko bencana tsunami," tutur Daryono.

Sebelumnya, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyebut peningkatan aktivitas kegempaan akhir-akhir ini patut diwaspadai semua pihak. Sebab, peristiwa gempa kuat dapat terjadi kapan saja dan hingga saat ini belum dapat diprediksi.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

Pemalsuan Surat Tes Swab Picu Klaster Pesawat

👤Rahmatul Fajri 🕔Senin 25 Januari 2021, 16:02 WIB
Yusri mengatakan pihaknya terus menindak para pemalsu tes covid-19 palsu. Terakhir, polisi mengamankan tujuh orang tersangka yang merupakan...
MI/Ramdani

Libur Akhir Tahun, RS Wisma Atlet Terima 400 Pasien Per Hari

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:50 WIB
“Hal ini tidak terlepas dari pasien-pasien positif covid-19 yang dikirim dari puskesmas atau rumah sakit lainnya ke Wisma...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

RS Wisma Atlet Didominasi Pasien Covid-19 Bergejala

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Januari 2021, 14:48 WIB
Saat ini pasien covid-19 dengan gejala mendominasi di RS Wisma...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya