Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Hanya untuk Kasus Sedang dan Berat

Antara
08/4/2020 10:44
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Hanya untuk Kasus Sedang dan Berat
Warga berjalan menggunakan masker di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta.(ANTARA/Aprillio Akbar)

DIREKTUR Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta Rita Rogayah mengatakan sudah ada 15 rumah sakit rujukan untuk menangani covid-19 di wilayah DKI Jakarta.

"Kami harus menata kasus, bagaimana yang bisa diterima atau ditatalaksanakan sesuai dengan kasusnya," katanya saat jumpa pers di Graha BNPB sebagaimana siaran langsung yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Rabu (8/4).

Rita mengatakan pihaknya membagi penanganan kasus virus korona menjadi kasus ringan, sedang, dan berat.

Sejauh ini, kasus-kasus yang terjadi adalah 30% hingga 40% kasus ringan, 30% hingga 60% kasus sedang, dan 10% hingga 15% kasus berat.

Baca juga: Sumbangan Rp10 Miliar untuk Rumah Sakit BUMN Penanganan Covid-19

Kasus-kasus yang bisa ditangani oleh rumah sakit rujukan hanya 12% hingga 15% saja. Karena itu, pihaknya mengimbau rumah sakit ketika akan merujuk ke rumah sakit rujukan dipilah-pilah kasusnya yang sedang dan berat saja.

"Rumah sakit darurat di Wisma Atlet juga bisa menangani kasus ringan. Bila memang positif tetapi tidak ada gejala atau hanya kasus ringan, bisa melakukan karantina di rumah. Bila ada gejala serius, harus segera ke rumah sakit rujukan," katanya.

Menurut dia, rumah sakit rujukan hanya akan menangani kasus sedang dan berat sehingga memerlukan unit perawatan intensif (ICU). Saat ini, rumah sakit rujukan di Jakarta sedang memperluas kapasitas ICU.

"Di Rumah Sakit Persahabatan awalnya hanya ada 20 tempat tidur isolasi. Setelah ada perluasan secara bertahap, saat ini sudah terdapat 100 tempat tidur," katanya.

Ia berharap dengan sumber daya manusia yang dimiliki, RSUP Persahabatan bisa terus meningkatkan kapasitas ICU dan isolasi.

"Karena covid-19 harus ditangani secara isolasi sehingga tidak mudah dirawat di rumah sakit yang ada," katanya.

Karena itu, seluruh masyarakat diajak bersama-sama menjaga diri dan lingkungan. Setelah dinyatakan postif harus segera berobat, tetapi menuju fasilitas kesehatan yang mana ditentukan berdasarkan gejala dan kasus. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya