Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Kota Sorong, Papua Barat, sekitar pukul 11.00 Wit, Kamis (2/4), menyaksikan fenomena alam berupa lingkaran putih yang mengelilingi matahari tepat berada di langit Sorong.
"Fenomena Seolah matahari dikelilingi cincin, itulah yang disebut Halo Matahari"Jelas Adrianus Niki, seorang guru geografi, ketika ditemui wartawan di bilangan Malanu, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis,(2/4).
Halo Matahari, jelas dia, merupakan sebuah fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari. Apakah fenomena halo ini hanya terjadi di sekitar matahari? Jawabannya Tidak. Fenomena halo bisa juga terjadi di sekitar bulan ataupun lampu penerangan jalan dan kadang- kadang di permukaan bumi sendiri.
Fenomena halo matahari merupakan fenomena langka yang terjadi pada waktu tertentu saja. Penyebab peristiwa ini ialah dari peranan pantulan cahaya matahari itu sendiri.
Sebenarnya ada bermacam- macam fenomena halo, namun pada umumnya halo matahari disebabkan karen adanya kristal es yang berada di awan cirrus yang dingin. Berada di ketinggian 5 hingga 10 km di atas lapisan troposfer. (OL-13)
Baca Juga: Singapura Catat Kematian Keempat Kasus Covid-19, Seorang WNI
Baca Juga: Brigadir Marsel Rela Batalkan Pernikahan Akibat Wabah
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan bergerak tepat di antara Bumi dan Matahari, menutupi piringan Matahari sepenuhnya.
Satelit Landsat 8 milik NASA menangkap gambar unik menyerupai manusia salju sepanjang 22 kilometer di Semenanjung Chukchi, Rusia.
Langit berwarna oranye pekat terlihat di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Tim ilmuwan di Swedia berhasil menangkap fenomena langka aurora biru di ketinggian 200 kilometer, lebih tinggi dari prediksi model ilmiah.
Fenomena ini akan mencapai puncaknya pada Rabu, 5 November pukul 19:19 WIB, menandai supermoon kedua dari tiga supermoon berturut-turut yang akan menutup tahun 2025.
Riset ilmuwan ungkap bagaimana kegelapan sesaat mampu mengubah ritme biologis burung secara dramatis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved