Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

DPR Cemas Stok Alat Pelindung Diri Tenaga Medis Menipis

Supardji Rasban
18/3/2020 12:15
DPR Cemas Stok Alat Pelindung Diri Tenaga Medis Menipis
Stok alat pelindung diri tenaga medis untuk covid-19 harus disiapkan(MI/Supardji Rasban)

MENCERMATI perkembangan penyebaran Virus Covid-19 yang makin meluas dan makin banyak pasien yang masuk ruang isolasi, mengakibatkan habisnya stok Alat Pelindung Diri (APD) di banyak rumah sakit. APD dimaksud yakni jas/baju "astronout", masker, surung tangan yang sekali pakai harus dimusnahkan. 

 Pemerintah harus segera kordinasi lintas kementerian memutar otak bagaimana caranya pabrikan APD bisa memproduksi dengan bahan baku yang ada di Indonesia atau dalam negeri. 

"Ini berbahaya ke depan, jika rumah sakit sampai harus memodifikasi jas hujan menjadi APD," ujar anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani, dalam keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, Rabu (18/3). 

Dewi Aryani memberi contoh jika APD yang digunakan memodifikasi jas hujan, bisa mengancam keselamatan tenaga medis yang ada di rumah-rumah sakit di seluruh Indonesia.

"Karena alat pelindung yang menggunakan seperti jas hujan penyebaran virusnya  sangat dahsyat," ucap Dewi Aryani.

 Dewi Aryani meminta semua pembuatan APD harus tidak tergantung dengan material dari negara lain. "Ini memang menjadi keprihatinan kita bersama karenanya saya meminta pemerintah bekerja ekstrakeras bagaimana menyelamatkan kondisi ‘lack of self-protection equipment’ untuk para tenaga medis kita," tegas Dewi Aryani.

Anggota Dewan dari Daerah Pemilihan (Dapil) IX yang wilayahnya meliputi Kota/Kabupaten Tegal dan Brebes tersebut mengimbau seluruh jajaran dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota melakukan kordinasi intensif.

"Sekaligus dengan langkah-langkah antisipasi sebelum APD secara masif dapat diproduksi dan di distribusikan ke semua rumah sakit," pungkasnya. (OL-13)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Muhamad Fauzi
Berita Lainnya