Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Nusa Tenggara Timur (NTT) melaporkan terjadi lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di 10 kabupaten, Kamis (12/3). Selain itu, kasus kematian akibat DBD di 22 kabupaten dan kota di NTT bertambah menjadi 38 orang, dari satu hari sebelumnya 37 orang.
Tambahan korban meninggal seorang bayi berusia dua tahun di Kabupaten Alor. Sedangkan total korban yang menjalani perawatan di rumah sakit di Alor sejak Januari-12 Maret tercatat 324 orang atau ada penambahan enam pasien DBD sejak Rabu (11/3). "Pasien DBD yang meninggal itu tiba di rumah sakit dala kondisi demam, selama perawatan dalam kondisinya dengue shock syndrome (DSS)," ujar Kepala Dinas Kesehaan Alor dokter Maya Blegur kepada Media Indonesia.
Selain Alor, lonjakan pasien DBD selama Kamis terjadi di Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Manggarai Timur, dan Manggarai.
Menurut Dokter Maya Blegur, salah satu penyebab bertambahnya korban DBD yakni iklim yang memengaruhi daur hidup nyamuk. Sedangkan untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sudah dilakukan masyarakat. "Kondisi di lapangan masyarakat sudah sadar melakukan pemberantasan sarang nyamuk," ujarnya.
Menurutnya, saat ini pihaknya fokus melakukan upaya promotif dan preventif dan 6M Plus serta membangun kelompok kerja penanganan DBD di setiap kecamatan. Selain itu juga dilakukan penyuluhan ke sekolah tentang pentingya menjaga lingkungan tetap bersih, dan pemberian abetisasi massal. "Tahun lalu, Alor kejadian luar biasa (KLB) DBD dengan jumlah kasus 82 dan empat meninggal," ujarnya. (OL-12)
Seorang WNI terinfeksi DBD di Taiwan. Otoritas Kaohsiung langsung lakukan langkah darurat dan pelacakan epidemiologis.
Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap bahaya demam berdarah melalui aksi nyata berbasis komunitas.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved