Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Terumbu Karang Diperkirakan Punah pada 2050

RO/H-1
23/4/2015 00:00
Terumbu Karang Diperkirakan Punah pada 2050
(MI/PANCA SYURKANI)
EKSPLOITASI laut yang berlebihan telah mengakibatkan perubahan yang sangat cepat.

Di sisi lain, pertumbuhan populasi manusia dan ketergantungan akan laut membuat pemulihan ekonomi kelautan dan aset utamanya menjadi sebuah desakan global.

"Kini laut dihadapkan pada risiko yang lebih besar daripada masa-masa sebelumnya dalam catatan sejarah. Kita mengeruk terlalu banyak ikan, membuang terlalu banyak limbah, dan meningkatkan suhu serta keasaman laut sampai titik di mana sistem alami tidak lagi bisa berfungsi," kata Direktur Global Change Institute di University of Queesnland Ove Hoegh-Guldberg, penulis laporan Reviving the Ocean Economy: The Case for Action-2015, melalui siaran pers WWF, kemarin.

Laporan tersebut merupakan hasil kajian World Wildlife Fund (WWF) bersama The Global Change Institute di University of Queensland dan The Boston Consulting Group (BCG) yang menganalisis peran laut sebagai penggerak ekonomi dan menggambarkan ancaman-ancaman yang mendorong ke arah kehancuran.

Laporan itu menyebutkan nilai aset kekayaan laut dunia diperkirakan mencapai US$24 triliun.

Jika dibandingkan dengan 10 negara dengan tingkat ekonomi tertinggi di dunia, sumber daya laut menempati peringkat ketujuh dengan nilai sumber daya dan jasa hingga US$2,5 triliun per tahun.

Guldberg menilai perubahan iklim merupakan penyebab utama menurunnya kondisi kesehatan laut.

Dalam laporan tersebut menyebutkan dengan kondisi peningkatan suhu saat ini, terumbu karang yang menyediakan makanan, pekerjaan, dan melindungi ratusan juta manusia dari badai akan punah pada 2050.

Perubahan iklim juga meningkatkan keasaman air laut yang membutuhkan ratusan generasi untuk pulih.

Salah satu solusi mendesak yang diusulkan dalam laporan tersebut ialah upaya pemulihan laut masuk dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) PBB.

Hal itu untuk mendorong tindakan global terhadap perubahan iklim dan memperkuat komitmen untuk melindungi kawasan pesisir dan laut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya