Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KERIUHAN media sosial dan aplikasi pesan instan terkait berita seorang pasien yang diduga terinfeksi virus Korona dan meninggal di RS dr Kariadi Semarang adalah tidak benar.
Dalam unggahan satu akun Twitter, ditautkan konten video yang berasal dari salah satu media televisi nasional dengan judul "5 Pasien "Suspect" Virus Korona". Selain mengunggah konten video pada Sabtu (1/2), akun tersebut juga menambahkan narasi sebagai berikut:
"...@Satu (1) dari 5 Pasien Suspect Infeksi Virus Corona'--Meninggal Dunia Di RSU Dr Kariadi Semarang-Indonesia..artinya Kitapun Tidak Luput Dari Wabah Infeksi Berbahaya Ini"
Adapun penjelasannya, konten video yang diunggah ramai-ramai oleh warganet di berbagai media sosial itu merupakan berita video milik Kompas TV. Konten-konten video yang diunggah oleh berbagai akun media sosial telah disunting dan hanya menyisakan bagian awal berita video.
Durasi konten video di akun-akun media sosial hanya 36 detik. Itu berbeda dengan konten asli berita video Kompas TV yaitu dua menit 12 detik.
Baca juga: Virus Korona di Tiongkok, 304 Tewas dan 322 Dinyatakan Sembuh
Dalam 36 detik pertama, Kompas TV belum menjelaskan kegiatan penanganan pasien yang diduga telah terinfeksi virus corona itu merupakan rangkaian simulasi yang digelar Rumah Sakit Umum Pusat dr. Karidi Semarang.
Dalam kanal YouTube resmi mereka, Kompas TV menuliskan judul unggahan video "RS Kariadi, Semarang Gelar Simulasi Penanganan Pasien Virus Corona".
Dalam tayangan awal video itu hingga detik ke-44, sub-judul berita tertulis "4 Dirawat Di Ruang Isolasi, 1 Meninggal". Namun pada detik ke-45, Kompas TV menulis sub-judul berita "RSUP dr Kariadi Simulasi Perawatan Pasien Virus Korona".
Sebelumnya, terdapat akun lain di Twitter yang juga mengunggah konten video serupa dilengkapi ucapan duka cita. Sebuah konten video berita turut pula ditautkan pada unggahan itu.
Sementara di Instagram, terdapat sebuah cuplikan adegan video dalam unggahan Instastory yang dilengkapi narasi pasien terduga terinfeksi virus corona dirujuk ke Rumah Sakit dr Kariadi dari RS Colombia.
Di aplikasi berbagi pesan WhatsApp, beredar pula informasi serupa yang lantas diunggah menjadi konten Instastory.
Berikut narasi yang terdapat di aplikasi WhatsApp: "informasi buat teman2 yg dinas di rsup dr. kariadi mohon untuk selalu memakai masker berhubung di ruang rajawali lt.6 sudah ada pasien susp. corona".(OL-5)
MENGAWALI kuartal kedua tahun ini dengan semangat baru, Hotel GranDhika Pemuda Semarang kembali memanjakan para pencinta kuliner melalui peluncuran rangkaian promo menu spesial.
Tradisi tersebut digelar setiap bulan Syawal sebagai upaya mempromosikan potensi desa wisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan.
Satresnarkoba Polrestabes Semarang mengungkap peredaran sabu pada 15 Feb dan 15 Mar 2026, menangkap 2 tersangka serta menyita 7,3 kg sabu dan sejumlah barang bukti.
BBWS Pemali Juana Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perawatan sejumlah mesin pompa di Rumah Pompa Kali Tenggang, Semarang, sebagai upaya pengendalian banjir
Berdasarkan data sementara pada H-7 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.
Mobilitas bukan sekadar memindahkan orang dari satu titik ke titik lain. Mobilitas adalah tentang siapa saja yang bisa ikut dalam perjalanan itu.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved