Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT dihebohkan dengan kabar salah satu pegawai Huawei di Indonesia yang diduga terjangkit novel coronavirus (nCoV) atau virus korona.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan masih belum dapat memastikan apakah penyakit yang diderita pasien disebabkan akibat virus korona.
"Iya (belum bisa dipastikan). Biar hasil lab yang mengatakan apa keputusannya," kata Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Ditjen P2P Kemenkes, Vensya Sitohang, di Gedung BRI II, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).
Dirinya mengungkapkan, saat ini pasien telah dinyatakan mengalami radang tenggorokan. Namun begitu, masih harus dilakukan uji lab lebih lanjut untuk mengetahui virus penyebab radang tersebut.
"Kalau lab memang sekarang sudah bisa mendiagnosa radang dan harusnya sudah dilakukan pengobatan untuk mengarahkan pengobatan simptomatiknya. Untuk mengetahui virus penyebabnya, ada pemeriksaan labnya," tuturnya.
"Kalau sudah sembuh radang pakai antibiotik, ya tidak perlu ditindak apa-apa lagi. Tapi kita masih dalam proses klarifikasi," imbuhnya.
Baca juga: Karyawan Diduga Terjangkit Korona, Huawei-BRI Lakukan Investigasi
Proses uji lab tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi Kementerian Kesehatan terkait penyebaran virus korona.
Vensya mengimbau pada masyarakat luas, terkait kejadian ini, agar selalu menjaga kesehatan dan jangan panik.
"Ini sudah benar. Kalau merasa ada gejala harus segera lapor. Dan jangan panik. Yang penting jaga kebersihan dan kesehatan," pungkasnya.(OL-5)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved