Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA akan memasuki era bonus demografi mulai 2025-2030 yang ditandai dengan dominannya penduduk usia produkttif. Karena itu, generasi milenial yang akan mengisi bonus demografi perlu disiapkan untuk menggerakkan perekonomian Indonesia di masa depan.
Wirausahawan nasional, Sandiaga Uno di ajang Indonesia Millennial Summit 2020 mengingatkan, sudah saatnya generasi milenial memikirkan masa depan karena akan menjadi tulang punggung ekonomi bangsa dalam beberapa tahun ke depan.
Perekonomian Indonesia sudah memasuki era 4.0 yang serba terbuka, cepat, dan bersaing, sehingga di butuhkan kualitas Sumber daya manusia yang tahan banting dan memiliki kreativitas dan semangat berjuang yang tinggi
Baca juga : Milenial Kata Terpopuler di 2019
"Untuk mengasah intuisi, kreativitas dan wawasan, maka mereka perlu mengikuti berbagai ajang tatap muka dan diskusi sehingga dapat menambah pengetahuan mereka. Ajang seperti Indonesia Millenial Summit menjadi langkah tepat untuk mencetak generasi millenials berkualitas," kata Sandiaga dalam keterangan tertulisnya.
Di sisi lain, Sandiaga menegaskan, inovasi teknologi menjadi bagian penting dalam kemajuan negara, sehingga pemerintah harus serius dalam mengalokasikan anggaran riset agar lahir inovasi teknologi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Harapannya pemerintah harus memberikan Proteksi terhadap startup dalam negeri sampai bìsa menguasai 80% pasar sehingga produk dalam negeri menjadi domunan di pasar internasional," pungkasnya (OL-7)
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Potensi bonus demografi 2045 terancam gagal total jika usia produktifnya lumpuh akibat utang dan mentalitas instan.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Jika bonus demografi ini bisa dikapitalisasi dengan benar, negara akan bisa melakukan saving dan reinvestasi setiap tahun.
Saat bonus demografi, terjadi surplus usia produktif yang sangat tinggi. Angkanya rata-rata 70% dari keseluruhan jumlah penduduk usia produktif.
Meski tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 4,7%, jumlah absolut pengangguran justru meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved