Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik meminta seluruh jajaran Kemendagri untuk bersinergi bersama masyarakat dalam mengantisipasi bencana.
Hal itu diungkapkannya saat menjadi Inspektur Upacara di Halaman Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (13/1).
"Kami ingatkan, saat ini, musim hujan. Tentunya penting bagi kita sebagai mahluk sosial untuk bersinergi bersama tetangga-tetangga, juga masyarakat, lingkungan sosial kita untuk mengantisipasi berbagai dampak yang terjadi," kata Akmal.
Baca juga: KLHK Gelar Investigasi Penambangan Liar Penyebab Banjir
Akmal juga meminta jajaran Kemendagri untuk mempersiapkan diri agar bencana tidak menimpa lingkungan serta masyarakat sekitar.
"Kita juga melihat di media, bagaimana kejadian bencana luar biasa, dan tentunya kita harus mempersiapkan langkah-langkah agar bencana tidak menimpa diri kita, keluarga, serta masyarakat sekitar kita," ujarnya.
Sebelumnya, Mendagri juga telah mengeluarkan surat edaran kepada Kepala Daerah di Indonesia untuk mengantisipasi bencana di musim penghujan dengan melakukan langkah-langkah strategis.
Hal itu dimaksudkan agar setiap daerah dapat mengantisipasi dengan baik potensi bencana di daerahnya, serta melakukan penanganan yang tepat manakala terjadi bencana. (OL-2)
Para pemimpin daerah harus konsisten memegang amanah rakyat dan tidak mencoba mencari celah korupsi yang hanya akan mencederai kepercayaan publik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat membatasi spesifikasi kendaraan AMDK yang melintas dengan lebar maksimal 2.100 mm, JBB maksimal 8 ton, dan MST 8 ton.
Mendagri Tito juga mengingatkan agar daerah tidak menghambat investasi kecil dengan pungutan tidak perlu.
Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri terus memperkuat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Persampahan merupakan salah satu tantangan utama dalam pembangunan daerah. Permasalahan ini berdampak luas, mulai dari pencemaran lingkungan, kesehatan, hingga aspek sosial dan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved