Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus menggalakkan pendidikan karakter, demi menghasilkan peserta didik yang pandai tapi juga memiliki karakter kuat sebagai warga bangsa.
Hal tersebut sesuai dengan tagline dan juga target pemerintah Presiden Jokowi .
Selain melalui pendidikan resmi di sekolah, sesungguhnya pendidikan karakter dapat juga dilakukan melalui kegiatan informal seperti mendongeng. Lewat kegiatan dongeng, penanaman nilai-nilai kebaikan, semangat menghargai sesama, dan motivasi untuk maju, merasuk ke anak didik dengan efektif.
Pandangan tersebut dikemukakan pegiat dongeng yang juga dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, Safrudiningsih, M.Ikom ketika menjadi pembicara utama dalam Seminar Keluarga bertema 'Membentuk Karakter Anak melalui Dongeng'.
Seminar Keluarga tersebut diselenggarakan Rumah Keluarga Indonesia bekerja sama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Gelanggang Olah Raga, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (29/12).
Dihadapan sekitar 130 ibu, Safrudiningsih yang akrab disapa 'Kak Ning Nong' mengatakan kebiasaan mendongeng di kalangan keluarga sudah jauh berkurang, karena itu perlu dibiasakan kembali mendongeng pada anak-anak dalam keluarga.
“Sambil mendongeng itulah, orang tua dapat memasukkan nilai-nilai karekter dan moral yang kuat pada anak. terutama peran ibu sebagai pengokoh bangsa seperti tema pada hari ini yaitu dalam rangka Hari Ibu," kata Safrudiningsih.
Lebih lanjut Kak Ning Nong mengatakan, dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya.
“Dongeng juga merupakan hasil rekayasa Imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi,” ujar Kak Ning Nong.
Mengutip laman wikipedia.org, Kak Ning Nong mengungkapkan, kisah dongeng sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern.
“Kita bisa mendongeng sambil membacakan kisa-kisah yang ada di buku. Bisa juga kita mendongeng dari kisah nyata keberhasilan seorang anak, atau peristiwa yang penuh motivasi. Semua itu agar bisa dicontoh anak-anak,” kata Kak Ning Nong.
Melatih mendongeng
Dalam seminar setengah hari ini, Kak Ning Nong yang aktif di Komunitas Dongeng Indonesia juga membagikan kiat-kiat bagaimana orang tua, khususnya para bunda untuk mendongeng atau membacakan buku. Misalnya bagaimana intonasi dan vokal yang jelas dan kreatif sesuai karakter dalam cerita.
“Ekspresif juga penting seperti mimik muka, kontak mata, dan bahasa tubuh, gunakan efek drama seperti tertawa, merengek, berbisik, sedih, dan lain-lain. Semua itu untuk menarik perhatian anak-anak mendengarkan dongeng kita,” tutur Kak Ning Nong.
Hal yang cukup penting, menurut Kak Ning Nong, orang tua juga harus memiliki rasa humor yang tinggi dan melibatkan anak dalam mendongeng. Misalnya kapan dia harus mengingat, meneruskan kalimat, mengulang, menebak alur, dan berlatih menilai karakter dan yang dilakukannya
.Kiat lain yang dibagikan Kak Ning Nong adalah dalam mendongeng kita jangan membuat kesan menggurui sehingga alur cerita dongeng mengalir dengan alami.
Di samping kegiatan diskusi mengenai 'Membentuk Karakter Anak melalui Dongeng' untuk para bunda, anak-anak pun mengikuti kegiatan lomba mewarnai dan kegiatan lain yang sangat menyenangkan.
Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Wilayah Jakarta Utara dalam mewujudkan ketahanan keluarga Indonesia yang kokoh, harmonis, dan berkualitas memiliki delpan program unggulan yakni pembekalan pranikah, harmonisasi suami-istri, pendidikan orang tua dan anak, sahabat anak dan keluarga, konseling dan advokasi, pos ekonomi keluarga, pembinaan lansia, dan pendidikan politik. (OL-09)
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
PENGAMAT dan praktisi pendidikan Indra Charismiadji menilai wacana pembelajaran jarak jauh atau PJJ maupun work from home atau WFH tak berkaitan dengan kualitas pendidikan.
Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah tidak hanya menyasar perluasan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi motor penciptaan lapangan kerja
Di terminal bus, pelabuhan, dan bandara, kita menyaksikan jutaan orang melakukan eksodus yang secara kultural disebut mudik
Kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan kembali menunjukkan hasil positif. SMKN 1 Babelan, Kabupaten Bekasi, berhasil meraih penghargaan SMK Pusat Keunggulan.
PP TUNAS adalah jawaban atas kekhawatiran kalangan medis terhadap dampak negatif media sosial bagi tumbuh kembang anak.
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved