Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK selayaknya pameran teknologi dan kongres partai bisa bergandeng tangan. Begitulah menariknya perhelatan Kongres II HUT ke-8 Partai NasDem. Kongres bertema Restorasi untuk Indonesia Maju itu menghadirkan pameran produk bertekonologi tinggi.
Setidaknya terdapat dua produk yang bisa ditenggok yakni Aeropro dan Ferto. Aeropro adalah pesawat nirawak dengan berbagai fungsi. Dalam bidang pertanian, pesawat nirawak itu bisa berguna untuk luas lahan, menghitung jumlah pohon, hingga mendeteksi kesuburan tanah.
"Ini fungsinya kalau dibidang pertanian bisa mengukur luas lahan pertanian, bisa menghitung jumlah pohonnya, dan bisa mendeteksi kesuburan tanahnya," terang CEO Inaero Christy Aryani Sunaryo
Aeropro dihadirkan dengan dua model yakni tipe A dan tipe B. Masing-masing punya kemampuan untuk terbang dengan cruise speed 60-130 kmh dan wind resistence up to 120 kmh dengan durasi terbang mencapai 120 menit.
"Bedanya pilot-nya yang tipe B lebih besar dibanding yang tipe A," tambahnya.
Baca juga : NasDem Ingin Masyarakat Indonesia Manfaatkan Kemajuan Teknologi
Memang bukan kelaziman pameran teknologi di kongres partai politik. Christy mengungkap awal mula produknya bisa masuk Kongres Partai Nasdem.
"Awalnya kita masuk ke program Kemenristek, kita masuk pengusaha pemula berbasis teknologi. Di pameran itu ada salah satu panitia yang melihat teknologi kami bisa mendukung di bidang pertanian dann kemaritiman. Jadi kami diundang ke sini," tambah Christy.
Sedangkan Ferto adalah drone pertanian yang berfungsi untuk penyemprotan cairan. Drone tersebut punya dua versi drone pertanian yakni Ferto 05 dan Ferto 15. Keduanya didesain dengan rangka lipat untuk memudahkan mobilisasi.
Perbedaan mendasar hanya pada kapasitas angkut, Ferto 05 punya kapasitas muatan hingga 5 liter, sedangkan Ferto 15 berkapasitas hingga 15 liter. Ferto 15 mampu terbang selama 10-15 menit dan bisa menyesuaikan kontur tanah secara otomatis.
"Jadi Perto 05 ini produk khusus pertanian yang digunakan untuk kebutuhan herbisida, pestisida, maupun penyemprotan pupuk. Yang penting berupa cairan," terang Marketing Chief Operation PT Karya Solusi Angkasa Arif Juwarno.
Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Siswono Yudo Husodo mengungkapkan apresiasinya atas karya anak bangsa tersebut.
"Kita dengan penuh rasa bangga menyaksikan anak-anak muda sangat inovatif. Dalam rangka hadapi tantangan masa depan ini membuat proses produksi pertanian yang sangat efisien," terang Siswono.
Menurutnya, drone tersebut akan sangat berguna bagi perkembangan pertanian berbasis teknologi. Usai pemaparan, Siswono menilai penggabungan dua teknologi tersebut akan bisa selaras.
"Kita bisa liat ada pesawat drone yang bisa melihat tanah mana yang subur mana tidak subur. Mana yang kurang pupuk. Kita melihat kemudian selama 15 menit menyiram baik pupuk atau air, menyiram 2 hektar dalam dua menit, sehingga tadi dicontohkan untuk 500 hektar cukup dua biji, tidak sampai setengah hari," terang Siswono.
Siswono juga menilai bahwa Indonesia punya wilayah dengan kontur tanah yang berbeda ketinggian, hal itu membuat keberadaan drone penyiram itu sangat berguna.
"Ini sangat penting kalau di indonesia banyak tanah perbukitan, sungainya ada dibawah. Kalau pakai pompa terlalu mahal sehingga tidak sampai. Drone ambil air dibawah, dibawa ke atas lalu disiram, 15 menit untuk 2 hektar. Itu bagus," pungkasnya. (OL-7)
Studi PISA dan data global menunjukkan kemampuan kognitif Gen Z menurun di beberapa aspek. Apa penyebabnya dan keunggulannya?
JOLLA mengumumkan perubahan signifikan pada konfigurasi perangkat terbarunya, Jolla Phone (2026), sebagai respons terhadap tekanan industri yang semakin besar,
IndoCart mendorong pengembangan ekosistem teknologi 3D printing yang lebih terbuka dan inklusif di Indonesia.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
PT Yonyou Network Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendorong implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di sektor bisnis.
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved