Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto melakukan pertemuan dengan Kepala BPOM Penny K. Lukito di gedung BPOM, Jakarta, pada Senin (4/11). Mereka membahas pengawasan dan harga obat di Indonesia. Terawan mengatakan bahwa mengatasi harga obat yang tinggi menjadi salah satu yang diamanatkan Presiden kepadanya.
"Harga obat yang tinggi berarti ada sesuatu yang harus ditindaklanjuti," kata Terawan dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Selasa (5/11/2019).
Menkes Terawan mengatakan harga obat bisa murah apabila ada pesaing, regulasi yang tidak rumit, kejelasan regulasi, dan daya beli maayarakat yang tinggi.
"Masalah regulasi, yang penting tidak boleh salah, karena kalau salah akan berdampak ke depannya," kata Menkes Terawan.
Menkes menilai BPOM memegang peran penting dalam regulasi pengawasan dan perlu penguatan dari Kemenkes. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan soal anggaran, BPOM telah mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBD Non Fisik.
"Kita dapat anggaran DAK dari APBD Non Fisik untuk pengawasan obat dan makanan, ini tahun pertama," ucap Penny.
baca juga: Mayoritas Anak Ingin Jadi Youtuber dan Pengusaha
Dalam pertemuan itu, dibahas juga terkait tugas dan fungsi BPOM. Ia mengapresiasi bahwa sistem di BPOM sudah berbasis elektronik.
"Sudah bagus, sudah terelektronik. Data sudah transparan," tegas Menkes.
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved