Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Muhammadiyah Prof. Dr Hamka (Uhamka) meraih juara pertama pada lomba Poster Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 yang digelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III.
Pada kompetisi yang melibatkan seluruh perguruan tinggi dibawah naungan LLDIKTI III tersebut, poster karya UHAMKA mendapatkan tanda suka (like) terbanyak mencapai 5.110 disusul kemudian oleh STIAMI dengan 321 like dan ATW Jakarta dengan 276 like.
Selain lomba poster, digelar pula lomba foto dan video. Adapun kriteria ketiga jenis lomba tersebut adalah pesan dan makna yang disampaikan dengan jelas, kesesuaian karya dengan persyaratan yang ditentukan, kreativitas, kualitas gambar, tidak terlalu menonjolkan promosi kampus dan jumlah like yang diperoleh akan menjadi nilai tambah.
Kemenangan tersebut jelas Kepala Humas Uhamka Nurlina Rahman, merupakan hasil kerja keras dan kreativitas tim humas dan BKHP terutama tim kreativitas mahasiswa magang.
“Saya sangat mengapresiasi kerjas ama seluruh civitas akademika UHAMKA dalam menyukseskan Peringatan Hari Sumpah Pemuda sehingga penghargaan ini dapat kita peroleh. Ini adalah bentuk sinergi yang baik yang melibatkan banyak pihak,” kata Nurlina dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga : MPR Minta Mahasiswa Uhamka Tingkatkan Wawasan Kebangsaan
Tak hanya menyelenggarakan perlombaan, LLDIKTI wilayah III juga menggelar upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 dengan tema Bersatu Kita Maju.
Sekretaris Pelaksana LLDIKTI III Samsuri mengatakan pemuda adalah masa depan bangsa dan Negara.
“Pemuda juga harapan bagi dunia. Pemuda Indonesia harus mampu dan berani menaklukkan dunia,” jelasnya.
Jika pemuda zaman dahulu mampu keluar dari jeratan sikap-sikap premordialisme, suku, ras dan agama untuk menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda sekarang adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar dari batas-batas ego kekinian duniademi menyongsong dunia yang lebih baik.
Ia pun berharap ke depan akan semakin banyak muncul tokoh-tokoh pemuda Indonesia yang mendunia. (RO/OL-7)
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved