Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
MEMPERINGATI Hari Sumpah Pemuda ke-91 2019, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menghadiri acara Malam Penganugerahan Kepemudaan di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, Jakarta, Senin (28/10) malam.
Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengingatkan, semangat anak-anak muda yang dulu membangun kesadaran tentang ke-Indonesiaan.
Anak-anak muda pada 1928 juga mulai membangun pentingnya kebangsaan dan persatuan yang diwujudkan dalam ikrar Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober.
"Kita orang mudalah yang pertama yang menyadari pentingnya persatuan. Para pemudalah yang menggerakkan perlawanan mengusir penjajah. Pemudalah yang memaksa para tokoh memproklamasikan kemerdekaan. Kalau tidak ada pemuda, belum tentu proklamasi terjadi pada 17 Agustus 1945," ungkapnya.
Mengangkat tema bersatu kita maju, Zainudin Amali mengatakan penggunaan tema ini digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa 91 tahun yang lalu para pemuda Indonesia bisa bersatu walaupun berbeda suku, agama, dan daerah.
Baca juga: Pemuda Perlu Antisipasi Radikalisme Jenis Baru
"Kita tahu beberapa hari belakang ini, kita mulai merasakan persatuan dan kesatuan kita terganggu. Dengan menghadirikan tema ini dengan satu tujuan untuk menyadarkan kita bahwa kunci untuk maju sebagai bangsa hanya dengan kita bersatu," tambah Zainudin.
Selain itu, Zainudin juga mengingatkan dampak dari kemajuan teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi memiliki sisi positif dan negatif.
"Perkembangan teknologi memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat. Saya khawatir jika perkembangan itu justru diarahkan untuk suatu hal yang bersifat merusak. Munculnya berita-berita hoaks, munculnya gejala-gejala kebencian di media sosial," lanjutnya.
Lebih lanjut, Zainudin juga memberikan penghargaan kepada para pemuda berprestasi yang diberi titel Anugerah Kepemudaan 2019. Penghargaan ini terdiri dari empat katagori yaitu Pemuda Pelopor Tingkat Nasional 2019, Wirausaha Muda Pemula Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Muda Berprestasi, Pemuda Hebat Difabel dan Pemuda Internasional serta Kabupaten/Kota Layak Pemuda 2019
"Kemenpora tiap tahun memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi kita kepada pemuda-pemuda berprestasi. Tahun ini kita berikan dari berbagai kategori dan untuk tahun depan kategorinya akan kita perbaharui lagi. Tapi ini bukan hanya pemberian penghargaan semata tapi lebih dari pada itu, kita ingin memberikan sebuah semangat bagi para pemuda yang belum mendapatkan penghargaan," pungkas Zainudin.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, Asrorun Niam Sholeh menambahkan bahwa penghargaan kepemudaan merupakan upaya dan komitmen Kemenpora untuk memberikan motivasi agar anak muda terus berkarya nyata, membawa perubahan, melakukan perbaikan bagi diri, dan lingkungannya.
"Banyak kita temukan anak muda luar biasa di seantero nusantara bahkan di pelosok terpencil dengan minimnya fasilitas. Kemenpora berkomitmen melayani dan mengapresiasi mereka," ungkap Niam. (OL-2)
Alokasi anggaran tambahan tersebut direncanakan untuk menunjang program di sejumlah deputi.
Aksi pemuda menculik Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 jadi kunci penting dalam percepatan proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Kegiatan lokakarya ini merupakan bagian dalam program eMpowering Youths Across ASEAN (eYAA): Angkatan ke-5, yang diselenggarakan di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Thailand.
Perayaan HUT ke-52 KNPI ini menjadi titik konsolidasi penting dalam menegaskan peran strategis pemuda sebagai garda depan perubahan dan pembangunan nasional.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menekankan pentingnya festival ini sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda.
PT Astra Agro Lestari mendorong peran pemuda dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kawasan perkebunan kelapa sawit.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved