Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA daerah sudah memasuki musim penghujan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometrologi seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung ditingkatkan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo menuturkan sebagian wilayah sudah mengalami musim hujan bahkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor seperti di Aceh, Kalimantan Tengah, dan Jawa Barat.
Sedangkan beberapa wilayah yang mengalami pancaroba terjadi bencana puting beliung di beberapa wilayah, antara lain di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
"Pusat Pengendali Operasi BNPB mencatat beberapa kejadian tersebut di Jawa Barat, Aceh dan Kalimantan," ujar Agus di Jakarta, kemarin.
Baca juga: Ajakan Peduli Lingkungan dengan Cara Kreatif
Prakiraan BMKG, 20% wilayah pada Oktober 2019 sudah memasuki musim penghujan, 47% wilayah pada November 2019 mulai musim hujan, dan 23% wilayah akan memasuki musim penghujan pada Desember 2019. BMKG telah mengidentifikasi prakiraan curah hujan selama November 2019.
Beberapa wilayah dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi dapat terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan sebagian Sumatra Barat dan sebagian wilayah Papua.
Untuk sebagian wilayah Sumatra lainnya, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku terpantau curah hujan dengan kategori rendah hingga menengah selama November nanti.
Sedangkan perkembangan terkait dengan bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung, BNPB mencatat, selama Oktober 2019, terjadi 57 kali puting beliung menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka, 462 mengungsi, 7.425 unit rumah rusak.
Dari jumlah rumah rusak tersebut, sebanyak 200 rusak berat (RB), 898 rusak sedang (RS) dan 6.327 rusak ringan (RR). Sedangkan kerusakan pada fasilitas umum, sebanyak 37 fasilitas rusak yang mencakup 15 fasilitas pendidikan, 20 peribadatan dan 2 kesehatan.
Bencana puting beliung terjadi di Jawa Tengah 21, Jawa Barat 14, Aceh, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan 4, Sumatera Utara 3, Sumatera Barat masing-masing 2 kali, Banten, Di Yogyakarta, Kalimantan Barat dan Riau masing-masing 1 kali.
Selain puting beliung, BNPB juga mencatat terjadinya tanah longsor pada periode yang sama sebanyak 8 kali dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, 73 mengungsi, serta kerusakan pada 21 unit rumah (2 RB, 10 RS, 9 RR), 3 fasilitas (1 Fasilitas pendidikan, 2 Fasilitas Peribadatan). Tanah longsor terjadi di Jawa Barat 6 kali, Jawa Timur 1 dan Sumatra Utara 1 kali. Becana banjir juga tercatat terjadi 7 kali yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia, 285 mengungsi, 237 unit rumah terendam. Banjir terjadi di Aceh 5 kali, Sumatera Barat 1 dan Sumatra Utara 1.
"Bahaya ini perlu diwaspadai karena menjadi bencana mematikan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir," ucap Agus.
Sementara itu, beberapa daerah masih mengalami puncak musim kemarau sehingga kondisi lahan sangat kering dan mudah kebakaran. Agus menuturkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Beberapa gunung di Pulau Jawa dan NTB juga mengalami kebakaran juga.
Karhutla masih terjadi hingga pekan kelima September 2019. BNPB mencatat luas lahan terdampak karhutla mencapai 857.756 ha dari Januari hingga September 2019. Agus menyampaikan enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan BNPB masih mengindikasikan terjadinya karhutla, dilihat dari beberapa indikator seperti kualitas udara dan titik panas.
Ditinjau dari kualitas udara yang diukur dengan PM 2,5 dan bersumber dari KLHK dalam 24 jam terakhir menunjukkan kualitas udara pada kategori baik hingga tidak sehat.
Data kualitas udara di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Jambi menunjukkan kategori sedang, di wilayah Sumatra Selatan tidak sehat dan Riau baik.
Jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan lebih dari 30% melalui citra satelit modis-catalog Lapan pada 24 jam terakhir menunjukkan 148 titik, dengan distribusi di Sumsel 48 titik, Kalsel 58, Kalteng 30, Jambi 7, Kalbar 5 dan Riau tidak terpantau titik panas.
Di samping karhutla di enam provinsi prioritas tadi, karhutla juga terjadi di beberapa wilayah di seluruh Indonesia. Untuk Pulau Jawa, karhutla terjadi di lahan mineral atau di kawasan gunung. BNPB memantau karhutla yang masih terjadi di Gunung Ungaran, Cikuray, Sumbing, Arjuno, Ringgit dan Rinjani.
BNPB juga mencatat beberapa laporan karhutla khususnya di Pulau Jawa, Bandung, Bandung Barat, Banjarnegara, Banyuwangi, Blitar, Bogor, Bojonegoro, Bondowoso, Brebes, Cirebon, Garut, Grobogan, Jember, Jepara, Jombang, Karanganyar, Kediri, Kendal, Kota Batu, Kota Malang, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Tegal, Kudus, Kuningan, Lumajang, Madiun, Magelang, Magetan, Majalengka, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pangandaran, Pasuruan, Pekalongan, Ponorogo, Probolinggo, Purbalingga, Purwakarta, Purworejo, Semarang, Sidoarjo, Situbondo, Sragen, Sukabumi, Sukoharjo, Sumedang, Sumenep, Tegal, Temanggung, Trenggalek, Tuban, Wonosobo, dan Wonogiri. (OL-2)
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Masa transisi bencana di tiga provinsi Sumatra berakhir 30 Maret 2026. Pemerintah percepat pembangunan 36 ribu huntap dan siapkan tahap rekonstruksi.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
BMKG imbau waspada karhutla 2026 karena curah hujan di bawah rata-rata. Simak wilayah prioritas dan langkah mitigasi OMC dari BNPB dan Menhut.
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan dilakukan baik di tingkat pemerintah daerah maupun masyarakat.
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved