Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka merayakan Hari Apoteker Sedunia yang jatuh pada 25 September 2019, Bisolvon sebagai salah satu merek obat batuk yang dipercaya di Indonesia selama lebih dari 45 tahun berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan Peserta Edukasi 'Aksi Pintar Kalahkan Batuk' terbanyak yang diikuti lebih dari 7.000 partisipan.
Selain edukasi kepada publik, rangkaian kegiatan lainnya berupa zumba, fun aerobic, dan talkshow.
Hingga saat ini, di tengah masyarakat sering kali dijumpai berbagai masalah dalam penggunaan obat bebas (over the counter/OTC), di antaranya kurangnya pemahaman tentang penggunaan obat tepat dan rasional.
Salah satu keluhan yang paling banyak ditemui ialah masalah batuk. Konsumen terkadang bingung membedakan batuk berdahak dan tidak berdahak. Mereka juga harus memilih obat yang sesuai di antara sekian banyak jumlah obat batuk yang beredar di pasaran.
Sebab itu, apoteker memegang peranan penting dalam memberikan edukasi kepada konsumen dalam penggunaan obat yang tepat. Hal ini selaras dengan tema Hari Apoteker Sedunia tahun ini 'obat-obatan yang aman dan efektif untuk semua'.
Brand Manager CHC Sanofi Indonesia, Randy Fransiscus, mengutarakan, sebagai bentuk komitmen Bisolvon meningkatkan kualitas kesehatan keluarga Indonesia, pihaknya menyelenggarakan 'Aksi Pintar Kalahkan Batuk' dengan tujuan mengedukasi masyarakat tentang peran penting apoteker dalam memberikan konsultasi kepada konsumen terkait produk OTC serta cara mengalahkan batuk, khususnya batuk berdahak.
Baca juga: Pulau Komodo Jadi Wisata Kelas Dunia
"Kegiatan ini juga salah satu bentuk apresiasi kami bagi para apoteker yang telah membantu para konsumen memilih obat batuk berdahak yang tepat bagi keluarga Indonesia," kata Randy melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (30/9).
Randy mengutarakan, pihaknya bangga meraih penghargaan MURI atas pemecahan rekor peserta edukasi terbanyak.
"Kami memberi apresiasi dan terima kasih kepada para peserta yang mengikuti kegiatan edukasi ini yang menunjukkan besarnya dukungan masyarakat terhadap para apoteker di Indonesia. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat bagi lebih banyak keluarga di Indonesia,” cetusnya.
Perwakilan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI), Renni Septini Apt MARS, mengemukakan, apoteker memiliki ilmu dan pengetahuan luas tentang industri farmasi dalam hal pembuatan obat-obatan. Sebab itu, pihaknya memiliki tanggung jawab dalam menjamin akses terhadap obat-obatan dan penggunaannya yang tepat, meningkatkan kepatuhan, dan lain lain.
"Obat mesti digunakan secara bijaksana dan dalam dosis yang tepat, termasuk penyimpanan dan pembuangan yang baik dan benar. Kami mengapresiasi inisiatif Bisolvon yang menggelar kegiatan ini sehingga masyarakat Indonesia teredukasi mengenai obat OTC untuk batuk berdahak yang tepat," tegas Renni.
Dalam kesempatan itu, artis dan healty family influencer, Nirina Zubir, menambahkan, pentingnya menjaga kesehatan diri mengingat berbagai aktivitas dan juga seorang ibu dari dua orang anak. Menurutnya saat terdera batuk dirinya tidak maksimal bekerja. Namun berkat bantuan apoteker dirinya terbantu mengetahui memilih obat batuk yang tepat. (RO/OL-1)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved