Selasa 01 Oktober 2019, 05:25 WIB

Pulau Komodo Jadi Wisata Kelas Dunia

MI | Humaniora
Pulau Komodo Jadi Wisata Kelas Dunia

ANTARA
Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo

 

PULAU Komodo di Taman Nasional Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur tidak ditutup. Aktivitas pariwisata di salah satu cagar budaya milik Indonesia itu akan ditata ulang dan terpisah dari area konservasi. 

Hal itu merupakan keputusan rapat koordinasi para menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, kemarin. Rakor dipimpin Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dengan dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya serta Gubernur NTT Victor B Laiskodat.

“Pulau Komodo tidak akan ditutup. Begitupun tidak akan ada relokasi (penduduk). Yang akan dilakukan ialah penataan dalam kewenangan konkuren,” ucap Menteri Siti Nurbaya, kemarin.

Lewat penataan itu, pemerintah akan memberi kepastian usaha, kehidupan bermasyarakat, konservasi satwa komodo, wisata kelas dunia, serta investasi. Nantinya, kata Siti, akan ada pembenahan spot-spot wisata, dukungan manajemen, promosi, guide, ranger, patroli dan floating ranger station serta pusat riset komodo. 

“Kami akan segera menetapkan keputusan untuk kokurensi  dan beberapa hal sudah ada yang bisa dilaksanakan hingga akhir tahun ini dan tahun depan,” ujarnya.

Investasi pada kawasan ini akan merujuk pada aturan kerja sama pengelola dengan badan usaha milik daerah (BUMD)-swasta atau melalui perizinan swasta dengan pengembangan wisata khusus konservasi (wild adventures).
Keputusan itu didasari hasil kerja tim terpadu yang mengidentifikasi kompleksitas permasalahan di wilayah TN Komodo penyandang  World Heritage Site 1991 dan cagar biosfer  dunia sejak 1977.

Satwa komodo secara resmi ditemukan pada 1910. Jumlah populasi komodo di kawasan TN Komodo tercatat sebanyak 2.897 ekor dan terbanyak berada di Pulau Komodo 1.727 ekor, diikuti Pulau Rinca 1.049 ekor, dan 50-60 ekor di Pulau Gili Motang serta Nusa Kode. (Gss/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More