Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA banyak titik panas di wilayah Kalimantan dipicu oleh aktivitas manusia dan keringnya cuaca. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi kering musim kemarau masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan garis ekuator.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo menyampaikan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi angin timuran yang berasosiasi dengan adanya intervensi udara kering dari benua Australia.
Angin tersebut berpengaruh pada kelembapan udara di permukaan hingga lapisan atas pada umumnya kering atau sedikit sekali mengandung uap air) berkisar antara 20-50%. Itu terjadi di Laut Jawa bagian utara, Laut Flores, Kalimantan Tengah bagian Selatan, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan.
"Adanya typhoon Lingling di perairan Timur Laut Filipina, menyebabkan daerah pertumbuhan awan hujan hanya terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua," ujar Prabowo ketika dihubungi Media Indonesia di Jakarta, Jumat (6/9).
Baca juga: Terpantau 1.124 Hotspot di Kalimantan Barat
Berdasarkan data yang dirilis BMKG, sebaran titik panas per 5 September 2019 di Kalimantan sebanyak 1.322 dari hasil citra satelit Terra Aqua milik Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN). Sedangkan untuk Sumatra 163 dan Jawa 8 titik panas.
Berdasarkan citra satelit LAPAN, Kamis (5/9), terpantau ada 2.592 titik panas pada 4 dari 5 provinsi di Kalimantan. Rinciannya, Kalimantan Barat 1.096, Kalimantan Tengah terpantau 1.159 titik panas, Kalimantan Selatan 124 titik panas dan di Kalimantan Timur terpantau 213 titik panas.
Kalimantan seperti yang diberitakan, mengalami kebakaran hutan dan lahan, karena adanya indikasi pembukaan lahan dengan membakar oleh masyarakat. Karhutla menyebabkan kabut asap yang pekat di Kalimantan Barat saat dini hari, kemarin.
Mulyono menyampaikan masih ada potensi tumbuhnya awan-awan hujan terutama di Kalimantan bagian Timur berdasarkan pantauan BMKG pada Jumat (6/9) hingga Sabtu (7/9). Hujan dapat memperbaiki kualitas udara yang terkena kabut asap.(OL-5)
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Banyaknya titik panas yang selalu terpantu satelit ini disebabkan kondisi cuaca yang begitu panas dan angin kencang.
Kementerian Lingkungan Hidup mengeklaim hotspot di Provinsi Riau, berdasarkan data dari sistem Sipongi (semua satelit), periode 26 Juli 2025 tidak ada dalam kategori tinggi.
BMKG memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan sekitarnya, menyusul puncak musim kemarau awal Agustus.
Penurunan luas karhutla dimulai sejak 2015 seluas 2,6 juta hektare, menjadi 1,6 juta hektar (2019), 1,1 juta hektare (2023), dan 24.154 hektare pada 2024.
Menggunakan smartphone sebagai hotspot untuk berbagi koneksi internet memang sangat praktis, terutama saat Anda tidak memiliki akses Wi-Fi atau ketika sedang dalam perjalanan.
BMKG memprakirakan potensi cuaca signifikan di wilayah Indonesia, Minggu 1 Februari 2026, kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat
BBMKG Wilayah III Denpasar juga merilis level peringatan Siaga tehadap potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah Kabupaten Badung pada Minggu (1/2).
Peringatan dini banjir rob Jakarta Utara hari ini, 31 Januari 2026. BMKG sebut fase Bulan Purnama picu pasang maksimum di Muara Angke hingga Ancol.
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara terendam akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
BMKG: cuaca ekstrem berpotensi di 24 daerah di akhir pekan ini terutama di daerah Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Prakiraan cuaca Jabodetabek hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. BMKG peringatkan potensi hujan petir di Jakarta Selatan dan Bogor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved