Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN imigran kembali berdemo depan kantor United Nations High Commisioner for Refugees (UNHCR) di Kebon Sirih, Jakarta (8/8). Sejak 31 Juli, mereka menggelar aksi tersebut dan belum mendapat jawaban dari UNHCR.
"Kami datang tiap hari sejak 31 Juli. Kami berada di sini dan kami akan terus berada di sini setiap hari," kata imigran asal Irak, Ahmed Dalil, Kamis (8/8).
Adapun tuntutan yang mereka suarakan kepada UNHCR adalah kepastian nasib karena sudah bertahun-tahun berada di Indonesia dan belum ada proses menuju negara tujuan akhir.
"Enam tahun sudah saya di Indonesia dan belum mendapat bantuan UNHCR," imbuhnya.
Sementara itu, Sabihullah Husaini asal Afganistan mengatakan selama ini proses perpindahan ke negara tujuan oleh UNHCR tidak adil.
"Prosesnya tidak adil, misalnya saya masuk ke Indonesia tahun 2013 dan ada yang masuk tahun 2015 sudah pergi ke negara ke tiga," ungkapnya.
Baca juga: Indonesia Tuntut UNHCR Ikut Tanggung Jawab Soal Pencari Suaka
UNHCR, menurutnya, lebih memprioritaskan imigran yang berkeluarga dan anak-anak. Sementara yang belum berkeluarga sering diabaikan meskipun sudah bertahun-tahun berada di Indonesia. Husaini menambahkan, setiap hari mereka berdemo mulai dari jam 08.00-17.00 WIB. Hal itu akan terus dilakukan sampai ada jawaban yang mereka harapkan.
Imigran Afganistan lainnya bernama Alli juga mengatakan hingga hari kesembilan belum ada jawaban dari UNHCR.
"Mereka meminta tiga perwakilan dari kami untuk berdiskusi namun kami menolak, karena kejadian sebelumnya itu mereka hanya memproses tiga orang yang mewakili itu," tuturnya.
Kebanyakan imigran berasal dari Timur Tengah, konflik yang terjadi di negara mereka membuat ingin pergi untuk mencari suaka ke negara lain. Mereka meminta kepada UNHCR, selaku organisasi PBB yang mengurus imigran, untuk membantu mereka. Adapun negara-negara yang menjadi tujuan akhir mereka adalah Kanada, Amerika Serikat, Selandia Baru dan Australia.
Berdasarkan pantauan, terdapat puluhan imigran di depan kantor UNHCR. Selain itu, beberapa anggota kepolisian juga berada di sekitar kantor UNHCR. Demonstrasi berjalan damai dan tidak mempengaruhi lalu lintas di sekitarnya.(OL-5)
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved