Kamis 25 Juli 2019, 07:00 WIB

Labelisasi Pangan untuk Cegah PTM

mediaindonesia | Humaniora
 Labelisasi Pangan untuk Cegah PTM

dok Kemenkes
Direktur Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan, Cut Putri Arianie

 

KALANGAN industri diminta untuk menaati ketentuan pencantuman kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) dalam produk makanan olahan yang mulai diberlakukan tahun ini demi kemaslahatan bersama.

Pasalnya, tingginya konsumsi GGL telah menjadi faktor risiko terus naiknya kasus penyakit tidak menular (PTM) berbahaya, seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

"Industri harus turut berperan menyehatkan masyarakat. Ini hanya mencantumkan kadar GGL lo," ujar Direktur Penyakit tidak Menular Kementerian Kesehatan, Cut Putri Arianie, saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 30/2013, perusahaan siap saji yang memiliki gerai lebih dari 250 outlet wajib mencantumkan informasi kandungan gula, garam, dan lemak serta pesan kesehatan pada pangan olahan dan pangan siap saji .

Meskipun sudah ada peraturan Menkes, imbuh Cut, penerapannya nanti tetap dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). "Saat ini, aturan itu (pencantuman label pangan) masih tahap sosialisasi. Tahun ini rencana diberlakukan," katanya.

Kalangan industri mengaku masih berat hati menaati ketentuan pencantuman label gula, garam, dan lemak. Selain labelisasi GGL, industri juga dikenai kewajiban untuk mencantumkan peringatan kesehatan bergambar pada kemasan rokok dan penghapusan kata susu dalam produk susu kental manis (SKM).

Direktur Hasil Hutan dan Perkebunan Kementerian Perindustrian, Edy Sutopo, mengatakan aturan tersebut dianggap membatasi gerak industri. "Aturan pembatasan ini bisa datang dengan label bentuk, iklan, dan promosi," ujarnya saat diskusi fokus grup bertema Packaging dan branding industry 4.0, di JI Expo Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Mogadishu Djati Ertanto mengaku, sekecil apa pun regulasi yang dikeluarkan, akan berdampak pada perekonomian dan pasar. "Kami harus kaji lebih dalam dulu dampaknya," cetusnya. (Ind/H-2)

Baca Juga

MI/HO

KJRI Sambut 25 Mahasiswa Indonesia yang Dapat Beasiswa di UC Davis

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 08:15 WIB
“KJRI San Francisco senang dan bangga dengan 25 mahasiswa Indonesia yang terpilih dalam program IISMA tahun ini di UC Davis, salah...
ANTARA/Adiwinata Solihin

IPB Beri Apresiasi Pemerintah Atas Penghargaan Swasembada Beras dari IRRI

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 07:35 WIB
Rektor IPB Arief Satria menyampaikan apresiasi kepada pemerintah saat menghadiri acara penyerahan penghargaan di Istana Negara, Jakarta,...
Dok. Kemendikbudristek

Sukses Selenggarakan IOI 2022, Indonesia Pimpin Pemulihan Pendidikan Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 06:32 WIB
IOI jadi salah satu bukti semangat global 90 negara peserta kompetisi bergengsi di bidang informatika guna mewujudkan masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya