Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
PENELITI Center for Sustainable Infrastructure Development Universitas Indonesia (CSID-UI) dilibatkan untuk merancang dan menerapkan kebijakan guna menangani serta memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana oleh Uni Eropa.
Proyek tersebut dinamakan Building European Communities' Resilience and Social Capital (BuildERS). Dari UI yang menjadi ketua riset ialah Mohammed Ali Berawi yang juga menjabat sebagai Direktur CSID.
Ketua Riset BuildRES, Mohammed Ali Berawi, menjelaskan, proyek ini bertujuan meningkatkan ketahanan kota terhadap sebuah bencana dengan berbasis teknologi. Dengan konsep ini, deteksi terhadap bencana dapat diketahui serta jumlah korban yang menjadi bencana pun dapat diminimalisasi.
Dicetuskannya isu ketahanan kota ini bukan tanpa sebab. Karena intensitas jumlah bencana alam semakin meningkat belakangan ini. Sehingga diperlukan manajemen dan tata kelola penanganan bencana dan pascabencana yang valid dan baik.
"Ketahanan masyarakat terhadap bencana bergantung pada peran pemerintah dan partisipasi organisasi masyarakat merancang dan menerapkan kebijakan untuk dapat menangani dan memitigasi risiko krisis dan kerugian dari bencana serta bagaimana perilaku warga secara individu dan kolektif untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi bencana," kata Ali Kamis (13/6).
Baca juga: Lantik Rektor, Menag Harap UIII Jadi Rumah Moderasi Islam
Untuk merespons hal ini, saat ini pihak Uni Eropa mendanai penelitian ketahanan bencana melalui skema Horizon 2020 dengan proyek inovasi yang berjudul 'Building European Communities' Resilience and Social Capital (BuildERS)-Membangun Ketahanan dan Modal Sosial Masyarakat Eropa'.
Proyek BuildERS diharapkan mampu menghasilkan sistem ketahanan masyarakat terhadap bencana, tidak hanya dapat diterapkan di Eropa akan tetapi juga pada negara-negara lainnya. Proyek ini dimulai Mei 2019 sampai dengan tahun 2021.
"Ini adalah kolaborasi internasional sehingga risetnya dilakukan bersama untuk bangun sistem ketahanan kota terhadap bencana. Konsorsium membangun sistem bersama menggunakan IT, terutama mobile phone data," tambahnya.
BuildERS akan mengembangkan dan menerapkan teknologi informasi dan media sosial untuk dapat meningkatkan ketahanan masyarakat dan membangun modal sosial bersama. dia pun berharap pihaknya dapat berkerjasama erat dengan pihak BNPB, BUMN, pemerintah daerah dan organisasi masyarakat terkait untuk dapat menerapkan sistem ketahanan berbasis teknologi informasi ini.
"Diharapkan pemanfaatan teknologi informasi ini dapat digunakan untuk manajemen penanganan pada lokasi bencana, bantuan dan penyelamatan. Melalui aplikasi data jaringan handphone diharapkan dapat secara cepat menghasilkan aksi penanganan bencana yang lebih efektif dan responsif," ujar dia. (OL-1)
Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah mengimbau agar pemerintah segera menciptakan kebijakan ekonomi pro-rakyat yang menyejahterakan dan mengurangi beban hidup masyarakat.
Heri menitipkan pesan kepada para senior mahasiswa untuk memastikan identitas almamater tetap dikenakan.
“Demi menjaga keselamatan sivitas akademika, seluruh kegiatan akademik dan non-akademik di lingkungan Kampus UI Salemba pada hari ini dilaksanakan dari rumah.”
UNIVERSITAS Indonesia (UI) menuai sorotan dari masyarakat setelah mengundang Peter Berkowitz, peneliti dari Stanford University dan menimbulkan kontroversi,
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tidak mau memberikan komentar mengenai diundangnya akademisi Peter Berkowitz ke Universitas Indonesia (UI).
Achmad menekankan bahwa UI bebas berdiskusi dengan siapa saja di forum kritis yang tepat, dengan kurasi dan counter-speech yang memadai.
Penelitian terbaru ungkap penguin mampu menyemburkan kotoran sejauh 1,3 meter dengan tekanan tinggi. Fakta unik ini bantu pahami perilaku hewan lucu ini.
Pemanis buatan seperti sakarin dan asesulfam K sudah lama digunakan sebagai pengganti gula. Namun, rasa pahit yang menyertai sering kali menjadi kendala.
Kemajuan teknologi dan hasil riset yang menjanjikan pada tikus telah membuka jalan bagi pengobatan untuk gangguan otak yang mematikan.
Penelitian di India ungkap, mangga bisa aman untuk penderita diabetes tipe 2 jika dikonsumsi terkontrol. Simak manfaat, riset, dan tips aman makannya.
Peneliti menemukan 6% burung liar di Australia memiliki kromosom satu jenis kelamin, tapi organ reproduksi milik jenis kelamin lain.
Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual (KI) dari hasil riset dan inovasi perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved