Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyebutkan ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki dari program jaminan kesehatan nasional. Perbaikan tersebut dilakukan agar program BPJS bisa lebi hberkelanjutan dan akuntabel.
"Ada beberapa hal yang menjadi PR kita bersama dalam rangka untuk memperbaiki program jaminan kesehatan nasional ini supaya lebih sustainable dan juga akuntabel," kata Sri Mulyani saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/5).
Ia menjabarkan beberapa temuan dari hasil laporan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang sangat penting. Pertama, kata dia, mengenai data kepesertaan. Terkait itu, pihaknya meminta kepada BPJS untuk memperbaiki data kepesertaan yang ada.
Baca juga : Suntikan APBN Opsi Terakhir, BPJS Diminta Tanggulangi Defisit
"Dari berbagai temuan yang didapatkan BPKP mengenai jumlah kepesertaan yang belum memiliki NIK, yang memiliki NIK ganda, yang meninggal dan lainnya. Itu perlu untuk diperbaiki sehingga kredibilitas program BPJS juga akan semakin meningkat," terangnya.
Selain itu, juga ada masalah tagihan. BPJS, kata Sri Mulyani, dalam pembukuannya mereka hanya mempertimbangkan tagihan yang sifatnya hanya sebulan atau lancar, sementara di atas sebulan dianggap tidak lancar.
"Dari prinsip akuntansi maupun Perpresnya menyatakan hal yang berbeda sehingga kita juga mengharapkan adanya akurasi," katanya.
Kemudian, lanjut Menkeu, juga perlu dilakukan klasifikasi rumah sakit. Menurutnya, Kementerian Kesehatan perlu melakukan klasifikasi rumah sakit secara lebih akurat. "Itu berhubungan dengan pemda juga," katanya. (OL-8)
LEBIH dari 500 siswa di delapan TK dalam wilayah Tangerang Selatan menikmati layanan pemeriksaan gigi serta edukasi kesehatan.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang merusak kolagen.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Dorongan untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik kembali digaungkan melalui ajang AIA Vitality Live 2025.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved