Jumat 03 Mei 2019, 07:05 WIB

Berhasil, Program Pelatihan Guru ke Luar Negeri

Fetry Wuryasti | Humaniora
Berhasil, Program Pelatihan Guru ke Luar Negeri

Dok. Kemendikbud
Ditjen GTK Kemendikbud mengadakan seleksi guru yang akan dikirim ke Korea, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

PROGRAM pelatihan 1.200 guru ke 12 negara dinilai berhasil. Seusai pelaksanaan program tersebut, para guru diminta membuat program lanjutan dan menebarkannya di sekolah sekitar.

"Saya menganggap program itu sangat berhasil. Dari evaluasi post departure itu menunjukkan mereka sangat terkesan. Bahkan, di antara mereka mampu menerbitkan buku. Bisa saja program dilanjutkan untuk batch selanjutnya," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhammad Qudrat Wisnu Aji, di kantornya, Jakarta, Selasa (30/4).

Berbagai testimoni dari pengalaman pelatihan di luar negeri pun diutarakan para guru terpilih itu pada laman Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Kemendikbud. Guru SD Negeri 1 Kelapa, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, bernama Zazuli Zamzam, dalam tulisannya berjudul Mengapa Harus ke Malaysia? membandingkan pasokan listrik yang nonsetop di Pulau Pinang, Penang, Malaysia, dengan Kepulauan Bangka Belitung.

Dia berkesempatan mengkuti pelatihan di Pusat Sains dan Matematika Regional milik Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan Asia Tenggara (Seameo-Recsam) di Malaysia. Bersama sesama guru berprestasi, dia menjemput ilmu dan pengetahuan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

"Shortcourse enhancing primary mathematics in STEM environment yang kami ikuti telah dirancang secara sistematis. Meskipun bahasa pengantarnya Malaysian English berlogat Tiongkok, Thailand, Jepang, dan India, kami mampu menyerap materi dan menyelesaikan tugas kediklatan tepat waktu dan sempurna. Kami dikenalkan dengan berbagai strategi, pendekatan, dan metode terkait dengan science technology engineering mathematics (STEM) mulai iquiry basic learning sampai dengan heuristic, dari yang bersifat teoretis sampai dengan praktik. Lengkap, tidak satu pun terlewat," cerita Zazuli.

Cerita berbeda datang dari Nurlyanto, guru SDN 4 Sungai Mali, Sintang, Kalimantan Barat. Meski sama-sama melaksanakan pelatihan di Malaysia, dia mendapat bekal mengenai digital learning.

"Sangat mudah bagi guru untuk memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Saat ini banyak sekali aplikasi yang menunjang pelaksanaan pembelajaran digital, mulai aplikasi untuk keperluan survei, polling, gim edukasi, asesmen, hingga kelas digital berupa learning management system (LMS). Semua dapat dengan mudah digunakan bahkan dapat diunduh di Google Play Store," cerita dia.

 

Pertukaran dengan Korea

Selain pelatihan guru ke luar negeri, Kemendikbud juga mengadakan program pertukaran guru dengan negara lain. Kesempatan tersebut terbuka dari undangan Asia-Pacific Teacher Exchange for Global Education (APTE).

Program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Republik Korea pada 2012 itu memberangkatkan guru-guru Korea dan mengundang guru-guru dari kawasan Asia Pasifik ke Republik Korea. APTE dirancang untuk meningkatkan kompetensi global dari guru-guru dan sekolah yang berpartisipasi sekaligus memperkuat hubungan antara Republik Korea dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.

Kementerian Pendidikan Republik Korea kemudian bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dari negara-negara Mongolia, Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Kementerian Pendidikan Republik Korea menunjuk Asia-Pasific Centre of Education for International Understanding (APCEIU) di bawah naungan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai instansi pelaksana dan bekerja sama dengan Kemendikbud sebagai instansi pelaksana di Indonesia.

Menurut Wisnu, Kemendikbud dan Kementerian Pendidikan Korea menandatangani memorandum of understanding (MoU) tentang Pertukaran Guru Indonesia-Korea pada Maret 2009 untuk pelaksanaan program itu. Pelaksanaannya diserahkan kepada unit utama yang menangani guru dan tenaga kependidikan. Pada 2016, penyelenggara program itu ialah Ditjen GTK Kemendikbud.

Di tahun ini, program tersebut diikuti 12 guru Indonesia mulai September-November 2019 serta 12 guru Korea selama kurang lebih 3 bulan mulai Agustus-Oktober 2019.

Ada kegiatan untuk mempersiapkan hal itu, imbuh Wisnu, yaitu melakukan seleksi calon peserta program Pertukaran Guru Indonesia-Korea Tahun 2019 dan menetapkan 12 guru terpilih sebagai peserta program Pertukaran Guru Indonesia- Korea Tahun 2019.

Program pertukaran ke Korea selama ini diikuti 60 guru dari jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mereka berasal dari lima provinsi, yakni Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat. (Bay/S4-25)

Baca Juga

MI/depi gunawan

Terjadi Peningkatan Aktivitas Gempa, 729 Kali dalam 20 Hari Pertama 2022

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 12:09 WIB
Jumlah tersebut menunjukkan aktivitas gempa di Indonesia mengalami peningkatan. Rata-rata, wilayah Indonesia hanya mengalami gempa sebanyak...
ANTARA /Aloysius Jarot Nugroho

Kasus Covid-19 Tembus di Atas 2 Ribu, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

👤Atalya Puspa 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 11:15 WIB
Apabila memang harus bepergian dan mengunjungi ruang publik yang berisiko bertemu banyak orang, protokol kesehatan sama sekali tidak boleh...
 ANTARA/ Novrian Arbi

Permendikbud 30/2021 Dinilai Tidak Mencerminkan Paradigma Keagamaan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 10:10 WIB
Tidak adanya pasal yang mengatur tentang hak terlapor yang terfitnah. Karena ini membuka peluang kasus terlapor sebagai playing victim dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya