Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENERAPAN ekonomi sirkular (circular economy) digaungkan pemerintah untuk mengatasi masalah sampah plastik. Daur ulang menjadi tumpuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik dengan memproses menjadi barang yang bernilai ekonomi. Namun, penyerapan industri daur ulang saat ini masih belum optimal.
"Memang belum maksimal ekonomi sirkular ini. Perlu terus didorong dengan meningkatkan demand melalui pertumbuhan industri daur ulang yang baik," kata Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar di Jakarta, Kamis (25/4).
Menurut catatan KLHK, serapan industri daur ulang untuk sampah plastik saat ini masih tergolong rendah yakni kisaran 10-12%. Di sisi lain, minimnya serapan daur ulang menjadi indikator masih dominannya sampah plastik yang berakhir di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Padahal, ekonomi sirkular didorong untuk mengatasi masalah sampah yang membanjiri tempat pembuangan, kelangkaan bahan baku plastik dan rendahnya kesadaran konsumen serta produsen untuk turut bertanggung jawab.
Baca juga: Jangan Nyampah mendingan Daur Ulang
Salah satu mata rantai penting yang menopang ekonomi sirkular, imbuh Novrizal, keberadaan bank sampah. Hingga 2018, KLHK mencatat ada sekitar 7.500 unit bank sampah di seluruh Indonesia. Kontribusinya dalam pengurangan sampah nasional baru sekitar 1,7%. Bank sampah diharapkan tumbuh lebih banyak untuk menyuplai industri daur ulang.
"Kita sedang menyiapkan revisi terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.13 Tahun 2012 untuk mendorong tumbuhnya bank sampah menjadi sebuah ekosistem circular economy. Dari sisi itu kita akan menjamin off taker mengangkut sampah-sampah untuk didaur ulang," ucap Novrizal.
Sekjen Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono sepakat daur ulang menjadi bagian penting dalam menciptakan ekonomi sirkular. Menurutnya, industri daur ulang saat ini masih memiliki kapasitas menganggur sebanyak 20%. Jika dioptimalkan, produksi daur ulang plastik bisa mencapai 2 juta ton per tahun dari kapasitas saat ini yang mencapai 1,5 juta ton.
"Utility industri daur ulang saat ini 80% artinya masih ada idle. Masalahnya, sampah plastik dari hilir masih kerap tercampur dengan sampah lain sehingga sulit diproses. Nilainya pun jadi turun jika tercampur," kata Fajar.
Ia pun mendorong pemerintah lebih gencar mengubah paradigma pengelolaan sampah di hilir dari kumpul-angkut-buang menjadi pilah-angkut-proses.
Tanggung Jawab Produsen
Novrizal menambahkan komitmen penerapan ekonomi sirkular juga dibutuhkan dari produsen kemasan plastik. Dorongan itu akan dituangkan melalui Peraturan Menteri LHK mengenai peta jalan pengurangan produksi kemasan plastik oleh industri.
Produsen penghasil kemasan plastik bakal diwajibkan mengurangi sedikitnya 30% produksi dalam jangka waktu 10 tahun. Produsen juga akan diwajibkan mengambil kembali sampah kemasan plastik untuk didaur ulang.
"Tanggung jawab produsen itu akan berlaku secara fair bagi semua sektor penghasil kemasan plastik baik itu manufaktur, retail dan pusat perbelanjaan, serta industri jasa makanan dan perhotelan. Maka itu menjadi tanggung jawab yang sama bagi semua produsen. Mereka memiliki peran yang sangat penting dalam pengurangan sampahnya," ucapnya.(OL-5)
Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan banyak peluang kerja dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan peluang kerja di DIY
Penerapan ekonomi sirkular pada industri akan berdampak signifikan terhadap penerimaan negara.
Dalam rantai pasok biomassa selalu melibatkan masyarakat sekitar jadi akan ada sirkular ekonomi.
Dalam waktu 10 bulan sejak beroperasi, pabrik Amandina telah meraih Standar Nasional Indonesia untuk resin PET daur ulang serta berhasil melakukan ekspor ke pasar Eropa.
Bersama SBI, Baruwani memberikan pendampingan kegiatan pilah dan olah sampah di Kelurahan Karangtalun, Cilacap Utara.
Pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III akan berada di atas 5%
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Edukasi yang paling mendasar adalah memilah sampah dari rumah sebelum dibuang.
Gereja Katedral Jakarta kembali menunjukkan kepeduliannya pada lingkungan dan semangat kebersamaan dengan menggunakan dekorasi Natal berbahan daur ulang pada perayaan Natal 2025.
Anggota kelompok bank sampah merapikan pernak-pernik pohon Natal dari bahan daur ulang di halaman Gedung Mitra Graha, Semarang.
Kegiatan diikuti sebanyak 347 peserta tingkat SD dan SMP dari wilayah Jakarta, Bogor dan Bekasi tersebut bertujuan untuk membentuk generasi literat yang sadar lingkungan.
Jaringan bioskop Cinema XXI menyalurkan hasil penjualan program XXI Screen Bag, tas hasil daur ulang layar bioskop bekas, untuk mendukung anak-anak penyintas kekerasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved