Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEGIATAN pertanian kota atau urban farming bisa menjadi salah satu solusi adaptasi perubahan iklim di wilayah perkotaan. Selain berfungsi sebagai peredam memanasnya temperatur akibat perubahan iklim, pertanian kota juga bisa berkontribusi mengurangi emisi dari transportasi perdagangan produk pertanian.
Menurut Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Herizal, pertanian kota itu bisa menjadi strategi masyarakat perkotaan beradaptasi dengan temperatur bumi yang kian hari terus memanas.
Dalam diskusi Pojok Iklim yang digelar di Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, ia mengungkapkan hampir sebagian besar kota di Indonesia mengalami peningkatan suhu. Hal itu akibat masifnya urbanisasi atau perpindahan penduduk sejak periode 1980-an.
Aktivitas perkotaan, lanjutnya, menyebabkan tingginya polusi dan emisi sehingga memicu peningkatan suhu. Peningkatan temperatur di perkotaan bahkan bisa lebih cepat dari tren global karena masifnya aktivitas penduduk dan pembangunan.
Mengutip studi peneliti BMKG Siswanto (2015), Herizal menyebutkan peningkatan suhu di Jakarta bahkan mencapai lebih dari 1 derajat Celsius dalam kurun waktu satu abad terakhir. Fenomena itu, imbuhnya, melebihi tren global pada periode yang sama.
Baca Juga: Sosok Mus Mulyadi di Mata Sang Istri
"Pertanian kota bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi dampak pemanasan suhu, khususnya yang bersifat lokal atau urban heat island. Vegetasi hijau pada pertanian kota setidaknya bisa meredam temperatur panas, apalagi jika skalanya lebih besar. akan lebih berdampak," ujarnya.
Pertanian kota juga disebut sebagai salah satu strategi adaptasi untuk menghadapi dampak lain dari perubahan iklim, yakni terancamnya pertanian skala besar akibat perubahan pola cuaca.
Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Sarwono Kusumaatmadja, kegiatan berkebun di perkotaan berpeluang menjadi pola pertanian holtikultura arus utama di masa depan pada skala komunitas dan rumah tangga. Urban farming bisa menyediakan suplai bahan pangan rendah emisi.
Ia menyebutkan Kota Surabaya sebagai salah satu contoh terbaik dengan urban farming. Belum lama ini Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini diundang ke markas PBB di New York untuk berbagi pengalaman pertanian kota yang dilakukan. (Dhk/H-1)
Selain hujan, angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.
BMKG: potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 91S saat ini terpantau aktif di Samudra Hindia barat daya Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berpeluang jadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
KEPALA BMKG periode 2017-2025 Dwikorita Karnawati menilai langkah pemerintah dalam menangani dan mengendalikan cuaca ekstrem saat ini sudah berada di jalur yang tepat.
BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang- sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada periode 23 - 29 Januari 2026 di Jawa Barat.
Cuaca ekstrem kembali merata berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Jumat (23/1), selain masih ada air laut pasang (rob), gelombang tinggi.
BMKG tetapkan status AWAS cuaca ekstrem di Jakarta Jumat, 23 Januari 2026. Waspada hujan sangat lebat, kilat, dan angin kencang. Cek detail wilayahnya di sini.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved