Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau periode kemarau pertama akan berpengaruh pada meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.
Berdasarkan peta analisis hari tanpa hujan berurutan di wilayah Sumatra, beberapa tempat di pesisir timur Aceh, Sumatra Utara, dan Riau terindikasi mengalami hari kering berurutan mulai 6 hingga 20 hari dengan kategori pendek dan menengah.
BMKG memprediksi di Riau, hari tanpa hujan dengan kategori panjang yakni 21 hingga 30 hari, telah terjadi di Rangsang, Rangsang Pesisir, dan daerah Tebing Tinggi.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan berdasarkan citra satelit, terdapat peningkatan titik panas (hotspot) per provinsi selama 10 hari terakhir terdapat.
"Peningkatan hotspot terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jakarta, Rabu (6/3).
Baca juga: Bupati Madiun Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir
Sementara itu, untuk wilayah Riau, Sumatra Utara, dan Gorontalo, BMKG memantau jumlah titik panas tergolong stabil.
Namun, potensi adanya kemarau panjang, terang Dwikorita, tetap memicu terjadinya karhutla di wilayah Sumatra, khususnya Riau, dan Kalimantan Timur.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT BMKG di wilayah Riau untuk meningkatkan mitigasi dampak resiko dari karhutla.
Selain itu, Gubernur Provinsi Riau, imbuhnya, juga telah mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan kantor Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru masuk ke dalam Tim Respon Cepat sebagai koordinator analisis data.
"Kami meminta BMKG Pekanbaru, Riau, lebih rutin menginformasikan kondisi cuaca serta titik-titik hotspot melalui WAG PUSKODALOPS dan 17 WAG lainnya," ucap Dwikorita.
Kepala BMKG bersama kepala BNPB, kepala BPPT, Gubernur Riau, Bupati Bengkalis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut, Dandim, Kapolres, Kalaksa, dan BBBD, melakukan koordinasi untuk memperkuat mitigasi dalam penanggulangan potensi karhutla di Provinsi Riau.
Selanjutnya, Dwikorita menuturkan, pada Agustus 2018 lalu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla telah melaunching Geohotspot 4.0 adalah sistem menggunakan satelit Himawari yang dilengkapi satelit Tera Aqua yang mendukung informasi hotspot.
Dengan geohotspot, sambung Dwikorita, data peyajian informasi hotspot yang sebelumnya hanya bisa diupdate setiap 6 jam dan baru bisa disampaikan setelah 24 jam, saat ini bisa diupdate menjadi setiap 10 menit sehingga informasi terkait hotspot dapat disampaikan secara berkala. (OL-2)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved