Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Riau akan Alami Hari Tanpa Hujan, Potensi Karhutla Meningkat

Indriyani Astuti
07/3/2019 12:30
Riau akan Alami Hari Tanpa Hujan, Potensi Karhutla Meningkat
(ANTARA)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau periode kemarau pertama akan berpengaruh pada meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau.

Berdasarkan peta analisis hari tanpa hujan berurutan di wilayah Sumatra, beberapa tempat di pesisir timur Aceh, Sumatra Utara, dan Riau terindikasi mengalami hari kering berurutan mulai 6 hingga 20 hari dengan kategori pendek dan menengah.

BMKG memprediksi di Riau, hari tanpa hujan dengan kategori panjang yakni 21 hingga 30 hari, telah terjadi di Rangsang, Rangsang Pesisir, dan daerah Tebing Tinggi.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan berdasarkan citra satelit, terdapat peningkatan titik panas (hotspot) per provinsi  selama 10 hari terakhir terdapat.

"Peningkatan hotspot terjadi di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BMKG, Jakarta, Rabu (6/3).

Baca juga: Bupati Madiun Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

Sementara itu, untuk wilayah Riau, Sumatra Utara, dan Gorontalo, BMKG memantau jumlah titik panas tergolong stabil.

Namun, potensi adanya kemarau panjang, terang Dwikorita, tetap memicu terjadinya karhutla di wilayah Sumatra, khususnya Riau, dan Kalimantan Timur.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan UPT BMKG di wilayah Riau untuk meningkatkan mitigasi dampak resiko dari karhutla.

Selain itu, Gubernur Provinsi Riau, imbuhnya, juga telah mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan kantor Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru masuk ke dalam Tim Respon Cepat sebagai koordinator analisis data.

"Kami meminta BMKG Pekanbaru, Riau, lebih rutin menginformasikan kondisi cuaca serta titik-titik hotspot melalui WAG PUSKODALOPS dan 17 WAG lainnya," ucap Dwikorita.

Kepala BMKG bersama kepala BNPB, kepala BPPT, Gubernur Riau, Bupati Bengkalis, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Restorasi Gambut, Dandim, Kapolres, Kalaksa, dan BBBD, melakukan koordinasi untuk memperkuat mitigasi dalam penanggulangan potensi karhutla di Provinsi Riau.

Selanjutnya, Dwikorita menuturkan, pada Agustus 2018 lalu, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla telah melaunching Geohotspot 4.0 adalah sistem menggunakan satelit Himawari yang dilengkapi satelit Tera Aqua yang mendukung informasi hotspot.

Dengan geohotspot, sambung Dwikorita, data peyajian informasi hotspot yang sebelumnya hanya bisa diupdate setiap 6 jam dan baru bisa disampaikan setelah 24 jam, saat ini bisa diupdate menjadi setiap 10 menit sehingga informasi terkait hotspot dapat disampaikan secara berkala. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya