Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI sosial terus mengalir dari sebuah ruangan di Jalan Pilar Mas Raya Kav A-D, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Di Sekretariat Kick Andy Foundation itulah bantuan pendidikan, kaki palsu, komputer, operasi katarak dan buku-buku disumbangkan kepada warga yang kurang beruntung di Tanah Air.
Aksi inilah yang mengundang PT PZ Cussons Indonesia, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart), dan Lottemart melirik Kick Andy Foundation. Kemarin, ketiga perusahaan itu sepakat menitipkan bantuan senilai Rp272 juta kepada yayasan.
Di Mal Gandaria City, Jakarta, bantuan bagi anak-anak di bidang pendidikan dan kesehatan itu diserahkan kepada founder yayasan Andy F Noya dan ketua yayasan Ali Sadikin.
"Kami percayakan bantuan ini kepada Kick Andy Foundation karena kiprah yayasan ini yang telah berpengalaman membantu masyarakat," papar Corporate Communication Director PZ Cussons Indonesia, Elly Mustrianita.
Visi dan misi yayasan, lanjutnya, sejalan dengan visi perusahaannya yang peduli dan harus berkontribusi bagi masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan. "Kami yakin kepercayaan kami tidak salah."
Andy Noya juga tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya saat menerima kepercayaan dari ketiga perusahaan itu. "Bantuan CSR ini merupakan bentuk gotong royong untuk membantu sesama. Ini merupakan cermin kekuatan bangsa Indonesia," ujarnya bangga.
Bantuan, lanjut dia, akan digunakan untuk membantu anak-anak Indonesia di daerah tertinggal, serta membantu anak-anak yang kesulitan mengakses sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.
Pria yang pernah berkiprah sebagai wartawan Media Indonesia itu yakin bantuan dari perusahaan swasta akan menjadi motivasi anak-anak di pedalaman. "Mereka akan merasa tidak sendiri karena ada saudara-saudara di Jakarta yang peduli terhadap mereka."
Kick Andy Foundation berdiri sejak 2008, yang mewadahi partisipasi masyarakat untuk menggulirkan sejumlah aksi sosial. Pada tahun yang sama, yayasan ini menggagas program 1.000 kaki palsu untuk warga disabilitas di Indonesia.
Bantuan dan partisipasi terus mengalir dari sejumlah perusahaan, instansi, dan individu. Alhasil, hingga tahun ini, yayasan telah menyalurkan 1.602 kaki palsu, jauh lebih besar dari nama programnya.
Selain kaki palsu, dalam beberapa tahun terakhir, yayasan juga menghela program bantuan pendidikan, sepatu, sejuta bola, operasi katarak, bantuan komputer, dan pemberian buku.
Sejumlah perusahaan besar pun mempercayakan penyaluran bantuan mereka lewat yayasan ini, di antaranya Media Group, Alfamart, Super Indo, PT Telkom, BRI, BCA, PT Angkasa Pura II, Permata Bank, Standard Chartered, UOB Bank, hingga komunitas seperti NTRLZR Indonesia, TNI, dan Polri. (Bay/J-3)
PT Astra International Tbk (Astra) berkomitmen untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan sasaran pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung penyediaan sarana air bersih di sejumlah wilayah di Indonesia.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Tujuan SDG yang dilakukannya tidak hanya lewat CSR semata, melainkan juga menjadikan perusahaan berwawasan lingkungan.
UPAYA menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini terus diperkuat melalui kegiatan edukasi dan peningkatan sarana sanitasi di lingkungan sekolah dasar.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutan perusahaan, Mondelez Indonesia mendorong karyawan untuk terlibat dalam kegiatan sosial melalui Purpose Day 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved