Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR informasi yang dapat diakses setiap orang seperti saat ini menjadi titik balik publik kembali dan tidak menggeser kepercayaan terhadap informasi yang disajikan oleh media konvensional.
Pakar komunikasi Universitas Indonesia Firman Kurniawan Sujono mengatakan kredibilitas sumber informasi jadi pertimbangan penting, karena publik mulai sangat kritis dan selektif dengan informasi yang dikonsumsinya.
"Titik balik yang dimaksud, jika selama ini publik mengunyah informasi apa pun dari media sosial media tanpa peduli kredibilitas sumbernya, maka gejala yang nampak dari angka 63% itu kini publik lebih memilih yang direlease institusi media konvensional," jelasnya kepada Media Indonesia di Jakarta, hari ini.
Baca juga: Sofisme dan Dunia Media Sosial
Nilai dan disiplin jurnalisme yang dipegang oleh media konvensional berdampak pada kualitas informasi yang terpercaya. Kepercayaan publik terhadap media konvensional 63% menurutnya dapat dipahami sebagai kecenderungan adanya peralihan dari media konvensional ke media digital
"Artinya kecenderungan beralihnya dari sumber konvensional ke media digital termasuk yang dikelola citizen journalist, adalah gejala sesaat. Yang kemudian faktanya kembali ke media konvensional. Hoaks, fake news dan disinformasi yang mudah tersebar lewat medsos menjadi pemicu titik balik itu." tegasnya.
Kondisi ini lanjutnya disebabkan oleh banyaknya informasi maupun gerakan sosial yang menyadarkan publik untuk mewaspadai dan mencegah diri menjadi kaki tangan informasi bohong (hoaks).
"Ini bisa jadi faktor pendorong. Lalu apa yang harus dilakukan media konvensional? Ketika menyajikan informasinya melalui medium digital, aspek kualitas pada medium konvensional harus tetap ditegakkan. Tetap cepat namun bukan sekedar mengejar click byte," cetusnya.
Namun media konvensional harus mampu memenuhi tuntutan perkembangan teknologi untuk bergerak dari monotext ke multitext, dari mono language ke multilanguage.
"Artinya media konvensional harus tetap go online, namun tetap.menjaga kualitas informasi," tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam peringatan hari pers nasional di Surabaya, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa 63% Masyarakat lebih memercayai informasi yang disajikan media konvensional atau media arus utama daripada media sosial. Prosentase ini didapat Jokowi dari survei Edelman Trust Barometer Media.(OL-7)
BNPT mencatat 230 donatur aktif mendukung kelompok teroris dari 2023-2025, dengan pendanaan mencapai Rp5 miliar.
Puncak popularitas Lincoln’s Rock di Blue Mountains berujung penutupan. Ribuan turis menyerbu demi meniru foto Jennie Blackpink, memicu kekhawatiran keamanan dan lingkungan.
Media Talk 2026 sangat relevan dengan peran BSKDN sebagai lembaga think tank Kemendagri yang bertugas menyusun dan merumuskan rekomendasi strategi kebijakan
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved