Sabtu 26 Januari 2019, 12:15 WIB

Wartawan Katolik Indonesia Sampaikan Terima Kasih ke Tokoh Bangsa

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Wartawan Katolik Indonesia Sampaikan Terima Kasih ke Tokoh Bangsa

DOK PKWI

 

PAGUYUBAN Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) memberi apresiasi pada sejumlah tokoh senior bangsa yang selama ini dinilai memberi kontribusi nyata pada perjalanan bangsa dan negara. 

Dikemas dalam acara bertajuk "Terimakasihku Kepadamu," para tokoh yang mendapat ucapan terimakasih adalah Harry Tjan Silalahi, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sayidiman, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Shinta Nuriyah Abdurahman Wahid, Martha Tilaar, KH Mustofa Bisri, dan Ahmad Syafiie Maarif.

"Kita melihat kiprah mereka bagi bangsa dan negara. Yang utama adalah semangat yang tak pernah lelah menjaga Indonesia yang beranekaragam dan dalam arti tertentu menjaga Pancasila," kata Ketua Umum PWKI AM Putut Prabantoro dalam sambutannya di Aula Utama Lemhanas RI, Jakarta, Jumat (25/1) malam.

Ia menegaskan, dengan caranya para tokoh ini hadir memberikan kontribusi dan solusi yang sesuai dengan kondisi dan tantangan zamannya. 

"Tentu saja banyak tokoh yang harus kita ucapkan terima kasih tetapi lebih penting lagi adalah kita ingin membangun budaya terimakasih pada generasi terdahulu sekaligus meminta mereka untuk terus menuntun dan mendampingi kita dalam perjalanan bangsa," lanjut Putut.

 

Baca juga: Ratusan Jurnalis Bali Minta Remisi Pembunuh Wartawan Dicabut

 

Perjuangan para tokoh ini di bidang Hak Asasi Manusia, pluralisme, ekonomi dan sosial politik kebangsaan menurut dia harus menjadi nyala api yang harus terus dijaga tetap menyala oleh generasi sekarang. 

"Mengucap terima kasih adalah budaya yang baik yang harus kita galakkan. Di balik itu tentu ada nilai positif yang juga bisa kita petik," ungkap Putut.

Acara tahunan PWKI ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh antara lain pengamat politik CSIS J. Kristiadi, Anggota DPR RI Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Fransiscus Welirang dan wartawan dari berbagai media di tanah air.

Melalui sambutannya, Buya Syafie Marif mengajak seluruh masyarakat terutama wartawan agar menjdi bagian kelompok yang terus menjaga kewarasan di tengah situasi yang menurut dia tidak waras. 

"Kita harus memastikan agar kewarasanlah yang akhirnya menang di tengah ketidakwarasan yang makin banyak kita temukan saat ini," tegasnya. (OL-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Debat Jalan Ataturk dan Pola Pikir yang Mandek

👤Bernando J Sujibto Dosen Prodi Sosiologi, FISHUM, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, peneliti isu-isu sosial-budaya Turki, menerjemahkan karya-karya Turki ke dalam bahasa Indonesia, buku terbaru Kitab Hitam Turki (2021) 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:00 WIB
RENCANA mengubah nama jalan di daerah Menteng, Jakarta Pusat, menjadi Jalan Ataturk serentak menyedot kontroversi di tengah...
Ist

Pada AMME, RI Harapkan Berkontribusi Atasi Masalah Lingkungan Hidup

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:09 WIB
Indonesia secara terhomat menjadi tuan rumah pada pertemuan 16th ASEAN Ministerial Meeting on the Environment...
Antara

Menteri Agama: Perpres 82/2021 Kado Indah Buat Santri

👤Mohamad Farhan Zhuhri 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 22:25 WIB
UNTUK kedua kalinya, Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober diperingati masih dalam suasana pandemi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya