Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KETUA Organisasi Aksi Solidaritas Era (Oase) Kabinet Kerja Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengungkapkan harapannya agar Indonesia memiliki aturan untuk mengizinkan donasi obat-obatan, khususnya obat kanker yang tidak tersedia di Indonesia, dari lembaga luar negeri.
Istri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo itu, dalam sambutannya di acara Seminar Hukum dan Kesehatan Perlindungan Hak Pasien Kanker Perempuan Atas Akses Pelayanan Kesehatan Berkualitas di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), mengungkapkan para penderita kanker masih memiliki masalah yakni beberapa jenis obat yang tidak tersedia di Indonesia.
Berdasarkan pengalamannya berbagi dan membangun jaringan untuk aktif menyosialisasikan pencegahan kanker baik di dalam maupun di luar negeri, banyak yayasan luar negeri yang ingin mendonasikan obat yang sangat dibutuhkan namun tidak tersedia di Indonesia itu bagi pasien kanker.
Baca juga: Indonesia Berisiko Tinggi Hadapi Penyakit Mers-Cov
Namun, hal tersebut tidak dapat dilakukan karena tidak adanya aturan yang mengizinkan.
"Ini pekerjaan rumah kita, bagaimana penderita kanker bisa mendapat obat yang mereka butuhkan. Karena di Indonesia ada beberapa obat yang tidak ditanggung serta tidak tersedia," kata Erni yang juga survivor kanker darah itu di Kementerian Kesehatan, Kamis (8/11).
Erni pun berharap melalui seminar yang diselenggarakan Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (A2KPI) itu bisa membahas tentang paying hukum donasi obat-obatan tersebut. (OL-2)
Vidi Aldiano menyadari bahwa rumor tersebut berkembang karena ia sempat dipapah oleh Deddy Corbuzier keluar dari panggung usai bernyanyi dan membuat banyak orang khawatir.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Penelitian menemukan konsumsi protein hewani tidak meningkatkan risiko kematian, bahkan dapat memberikan perlindungan terhadap kematian akibat kanker.
Memperingati Hari Kanker Paru-Paru Sedunia, sebuah seminar kesehatan bertajuk Kenali Kanker Paru Sejak Dini digelar.
Sarkoma adalah kanker yang berasal dari jaringan mesenkim, lapisan yang dalam tubuh manusia berkembang menjadi jaringan ikat, otot, lemak, pembuluh darah, hingga tulang.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved