Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA perfilman Tanah Air kembali diguncang oleh kembalinya karakter ikonik dari semesta Pidi Baiq. Film Dilan ITB 1997 resmi menjadi perbincangan hangat setelah Falcon Pictures merilis trailer perdananya pada 3 April 2026.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, cuplikan tersebut telah disaksikan lebih dari 600 ribu kali, membuktikan bahwa pesona sang "Panglima Tempur" tidak pernah pudar meski zaman telah berganti.
Berbeda dengan trilogi sebelumnya yang kental dengan nuansa romansa SMA, Dilan ITB 1997 membawa penonton ke fase kehidupan yang lebih kompleks.
Mengambil latar tahun 1997, film ini memotret kehidupan Dilan sebagai mahasiswa Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB). Di tengah gejolak sosial dan politik menjelang era reformasi, Dilan bertransformasi menjadi sosok yang lebih tenang, reflektif, namun tetap mempertahankan sisi puitisnya yang khas.
Dalam narasi kali ini, Dilan dikisahkan telah menjalin hubungan yang stabil dengan Ancika. Sosok Ancika hadir sebagai pelabuhan yang memberikan ketenangan dan kedewasaan bagi Dilan.
Namun, stabilitas tersebut diuji ketika takdir mempertemukannya kembali dengan Milea, cinta masa lalunya yang menyimpan sejuta kenangan di bangku SMA.
Konflik Utama: Dilema emosional Dilan antara memilih untuk bertahan dengan masa kini yang stabil bersama Ancika, atau kembali menoleh ke masa lalu yang belum sepenuhnya usai bersama Milea.
Keputusan casting Ariel NOAH sebagai Dilan dewasa merupakan langkah berani yang memicu diskusi luas. Ariel dinilai memiliki karisma yang tepat untuk menggambarkan Dilan versi mahasiswa: lebih dalam secara emosional, lebih tenang, namun tetap memiliki daya pikat yang kuat.
Transformasi ini sangat krusial karena cerita tidak lagi berfokus pada kenakalan remaja, melainkan pada pencarian makna hidup dan tanggung jawab atas pilihan hati.
| Aktor/Aktris | Peran |
|---|---|
| Ariel NOAH | Dilan |
| Niken Anjani | Ancika |
| Raline Shah | Milea |
Salah satu keunggulan yang ditawarkan film ini adalah rekonstruksi visual Kota Bandung tahun 1997. Penonton akan diajak bernostalgia dengan suasana kampus ITB tempo dulu, jalanan yang belum sepadat sekarang, hingga gaya berpakaian khas anak muda akhir 90-an. Penggunaan visual tone klasik dan iringan musik era tersebut memperkuat kesan autentik, menjadikan film ini bukan sekadar tontonan, melainkan mesin waktu bagi mereka yang merindukan masa tersebut.
Bagi para penggemar yang sudah tidak sabar menyaksikan kelanjutan kisah ini, catat tanggal pentingnya. Film Dilan ITB 1997 dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada:
30 April 2026
Film ini akan tersedia di jaringan bioskop nasional seperti Cinema XXI, CGV Cinemas, dan Cinepolis. Pastikan untuk memantau pemesanan tiket secara daring guna menghindari antrean panjang. (Z-10)
Ingin nonton film Dilan ITB 1997? Simak urutan film Dilan terlengkap dari 1990 hingga Ancika agar paham alur cerita dan transformasi karakter Dilan.
Film Dilan ITB 1997 menghadirkan Ariel NOAH sebagai Dilan dewasa dan Raline Shah sebagai Milea. Simak daftar pemain dan transformasi karakternya di sini.
Film Dilan ITB 1997 menceritakan kelanjutan hidup Dilan sebagai mahasiswa ITB. Simak sinopsis, daftar pemain, dan fakta menarik film terbaru Dilan di sini.
Trailer film Dilan ITB 1997 memicu kontroversi setelah Ariel NOAH mengucapkan “Terima kasih Soeharto”. Simak reaksi netizen dan makna di balik dialog viral ini.
Berlatar tahun 1997, Dilan (diperankan oleh Ariel NOAH) kini bukan lagi panglima tempur geng motor yang selengean. Ia adalah mahasiswa seni rupa ITB yang mulai menatap masa depan
Reality show pemenang Emmy 2025, The Traitors, akan diadaptasi di Indonesia oleh Falcon Pictures dan tayang di KlikFilm, menampilkan permainan psikologis pengkhianatan dan kepercayaan.
"Salah satu impian saya dari kecil juga yaa. Impian lah main di Comic 8 karena saya nonton yang film sebelumnya dan bisa terlibat di sini seru,"
"Harapannya pastinya film ini nanti bisa ditonton banyak orang dan juga bisa meneruskan legacy Comic 8 yang sudah kami bangun dari 2010,"
FALCON Pictures kembali menghadirkan kejutan di dunia perfilman Indonesia setelah sukses merilis 4 film dari franchise Dilan yakni Ariel Noah
Versi Indonesia ini menggabungkan teror psikologis, unsur supranatural, dan isu sosial, menjadikannya lebih dari sekadar film horor tetapi juga medium refleksi tentang keadilan dan trauma.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved