Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AGENDA raksasa HYBE akhirnya angkat bicara merespons gelombang kritik dan spekulasi liar terkait penggunaan pencahayaan warna merah (red lighting) dalam rangkaian comeback akbar BTS. Agensi menegaskan bahwa pemilihan warna tersebut murni merupakan keputusan artistik dan tidak memiliki keterkaitan dengan agenda politik mana pun di Korea Selatan.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (18/3), BigHit Music menjelaskan bahwa warna merah merupakan tema visual utama dari album terbaru BTS bertajuk ARIRANG.
Album yang sangat dinantikan ini dijadwalkan rilis pada 20 Maret, diikuti dengan pertunjukan spesial di Gwanghwamun Square, Seoul, pada 21 Maret mendatang.
Keputusan HYBE untuk menyulap sejumlah tengara (landmark) ikonik Seoul seperti N Seoul Tower dan Lotte World Tower menjadi berwarna merah memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar (ARMY).
Sebagaimana diketahui, BTS dan ARMY selama satu dekade terakhir identik dengan warna ungu (purple).
Perubahan drastis ke warna merah ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya "penungpangan" popularitas BTS oleh pihak tertentu.
Di Korea Selatan, warna merah identik dengan simbol partai politik penguasa saat ini, People Power Party (PPP). Mengingat pemilihan lokal akan digelar pada Juni mendatang, spekulasi mengenai politisasi acara budaya ini pun mencuat di media sosial dengan tagar seperti #BTSisPurple.
Menanggapi hal tersebut, HYBE meminta publik untuk berhenti melakukan interpretasi berlebihan yang dapat merugikan citra artis.
"Kami informasikan bahwa warna merah yang digunakan dalam konser di Gwanghwamun Square adalah warna kunci dari album ARIRANG. Pemerintah Metropolitan Seoul menggunakan pencahayaan tersebut atas permintaan resmi dari HYBE," tulis pernyataan agensi.
HYBE juga mengimbau agar acara kebudayaan ini dipandang sebagai bentuk perayaan seni, bukan alat propaganda. "Kami mohon agar acara budaya publik ini tidak diinterpretasikan secara berlebihan melalui lensa politik," tambah mereka.
Di sisi lain, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung juga turut memberikan atensi pada acara ini. Mengingat estimasi massa yang mencapai 260.000 orang akan memadati kawasan Gwanghwamun, Presiden Lee menekankan pentingnya prosedur keamanan dan ketertiban.
Pemerintah Korea Selatan telah menyiagakan ribuan personel kepolisian dan pemadam kebakaran untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas serta potensi gangguan keamanan selama acara berlangsung.
Konser bertajuk BTS THE COMEBACK LIVE | ARIRANG ini juga akan disiarkan secara global melalui platform Netflix. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved