Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Aldis Burger vs Raksasa Global: Ketika Marketing 'Spam' Aldi Taher Kalahkan Iklan Miliaran

Putri Rosmalia Octaviyani
12/3/2026 22:24
Aldis Burger vs Raksasa Global: Ketika Marketing 'Spam' Aldi Taher Kalahkan Iklan Miliaran
Aldi Taher tengah mempromosikan Aldis Burger yang viral di Threads dan X.(Dok. Instagram Aldis Burger)

FENOMENA Aldis Burger milik Aldi Taher di Cempaka Putih kini telah memasuki babak baru. Bukan sekadar viral di kalangan netizen Threads dan X, strategi pemasaran Aldis Burger Cempaka Putih yang dianggap "absurd" ini mulai menarik perhatian para pengelola brand kuliner global yang beroperasi di Indonesia.

Strategi 'Sepupu Aldis Burger' dan Real-Time Marketing

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan adalah saat Aldi Taher melakukan aksi promosi langsung di depan gerai burger internasional. Dengan menyebut brand besar tersebut sebagai "sepupu" dari Aldis Burger, ia berhasil menciptakan narasi persaingan yang jenaka namun efektif dalam mencuri perhatian (attention hijacking).

Strategi ini memaksa brand besar untuk bereaksi. Di media sosial seperti Threads dan X, beberapa akun resmi perusahaan besar terpantau mulai "nimbrung" di kolom komentar Aldi Taher, menunjukkan bahwa gaya pemasaran gerilya ini memiliki daya tawar yang kuat dalam ekosistem digital tahun 2026.

Perbandingan Harga dan Value for Money

Meskipun menggunakan gimik yang jenaka, Aldis Burger Cempaka Putih milik Aldi Taher tetap bersaing secara kompetitif dari sisi harga dan porsi. Berikut adalah perbandingan beberapa menu unggulan yang ditawarkan:

Nama Menu Keunggulan Harga (Mata Uang Rupiah)
Brother Burger Porsi pas untuk individu Rp24.000 - Rp38.000
Big Brother Mozzarella Keju meleleh dan daging tebal Rp49.000
Gallagher Burger (Monster) Bisa sharing berempat, patty 250gr

Rp85.000 - Rp99.000

Keberhasilan Aldi Taher membuktikan bahwa di era ekonomi digital 2026, personal branding yang kuat dan konsistensi interaksi jauh lebih berharga daripada anggaran iklan konvensional yang besar.

Mengapa Brand Global Melirik?

Para ahli branding menilai bahwa apa yang dilakukan Aldi Taher adalah bentuk dari Human-Centric Marketing. Di mana audiens lebih memilih berinteraksi dengan sosok manusia yang nyata dan humoris daripada akun korporat yang kaku. Diksi "Juicy Luicy" yang terus diulang-ulang secara tidak langsung telah menjadi audio branding yang melekat di benak konsumen Indonesia.

Dengan total penjualan Aldis Burger yang dilaporkan menembus 600 burger per hari di satu titik gerai, Aldis Burger telah membuktikan bahwa UMKM lokal mampu bersaing di tengah gempuran brand asing dengan memanfaatkan celah kreativitas di media sosial. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya