Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Stress Ball Jadi Barang Andalan Rose Blackpink hingga Karina Aespa, Seberapa Ampuh?

Fathurrozak
26/12/2025 16:02
Stress Ball Jadi Barang Andalan Rose Blackpink hingga Karina Aespa, Seberapa Ampuh?
Ilustrasi Stress Ball(Freepik)

STRESS ball ternyata menjadi barang andalan untuk manajemen stres bahkan bagi bintang K-Pop. Salah satu bintang K-Pop yang mengandalkan stress ball adalah Rose Blackpink. Baru-baru ini, ia menarik perhatian karena benda tersebut yang tampak dalam sebuah video di saluran Youtube Vogue Korea. Ia mengeluarkan stress ball dari tasnya dan menjelaskan mengapa ia tidak bisa berpisah dari benda tersebut.

“Aku selalu membawanya, bahkan ke pertemuan bisnis,” ujar Rose Blackpink, dikutip Media Indonesia, Jumat (26/12).

“Setiap kali aku merasa cemas, ini membantu mengalihkan perhatianku ke tempat lain, jadi aku pastikan untuk membawanya bersamaku.”

Ia menambahkan, memegang stress ball membantunya fokus selama momen-momen krusial. “Saat aku ada rapat penting atau perlu membuat keputusan besar, ini sangat membantuku berkonsentrasi,” ucapnya. 

“Ini sangat bagus untuk meredakan stres dan kecemasan sampai-sampai aku tidak bisa melakukan apa pun tanpanya sekarang.”

Bintang K-Pop lainnya yang juga mengandalkan stress ball adalah Karina Aespa. Ia menyampaikan hal serupa dalam video Youtube untuk GQ Korea, di mana ia memamerkan stress ball yang merupakan hadiah. Sambil tersenyum, Karina mengaku memainkan alat berukuran kecil dan bertekstur empuk itu setiap kali merasa stres. Benda itu disebut langsung memperbaiki suasana hatinya.

Namun, apakah meremas stress ball benar-benar membantu meredakan stres atau hanya sekadar efek plasebo yang dipicu oleh tren selebritas?

Meski terlihat seperti mainan sederhana, para ahli mengatakan stress ball memang dapat membantu meredakan ketegangan. Saat seseorang mengalami stres, sistem saraf simpatik menjadi aktif, menegangkan otot serta meningkatkan detak jantung dan pernapasan. 

Meremas dan melepaskan bola stres secara berulang menyebabkan otot-otot di tangan dan lengan bawah berkontraksi dan rileks, mengirimkan sinyal ke tubuh bahwa aman untuk melepaskan ketegangan. Proses ini membantu menenangkan sistem saraf simpatik yang terlalu aktif sekaligus mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Hasilnya, gerakan tangan tersebut mengirimkan sinyal yang menenangkan ke otak, menurunkan ketegangan fisik secara keseluruhan.

Stress ball juga bekerja dengan mengalihkan perhatian melalui stimulasi taktil (peraba). Saat stres, otak cenderung terpaku pada pikiran negatif seperti kecemasan, kekhawatiran, atau kemarahan. Input sensorik dari tangan mengaktifkan area pemrosesan sensorik otak, memutus siklus pemikiran negatif ini untuk sementara waktu. Secara psikologis, ini dikenal sebagai ‘pengalihan perhatian’ (attentional shift).

Namun, para ahli memperingatkan agar tidak menggunakannya secara berlebihan. Meremas stress ball terlalu kuat atau dalam waktu lama dapat membebani otot pergelangan tangan, jari, dan lengan bawah, yang berpotensi menyebabkan rasa sakit atau peradangan. Stress ball juga dimaksudkan untuk memberikan kelegaan sementara, bukan solusi tuntas. Mengatasi akar penyebab stres tetaplah hal yang utama.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik