Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Teknologi RealD 3D Dipasang di Sejumlah Bioskop Indonesia

Naufal Zuhdi
20/12/2025 15:55
Teknologi RealD 3D Dipasang di Sejumlah Bioskop Indonesia
Ilustrasi(Cinepolis)

Inovasi terus dilakukan oleh pelaku usaha di sektor jasa penyedia hiburan Tanah Air. Yang terbaru, Jaringan bioskop Cinepolis Cinemas menggunakan teknologi RealD 3D melalui kerja sama dengan RealD, perusahaan pengembang teknologi proyeksi 3D. Teknologi ini dihadirkan sebagai bagian dari pembaruan format pemutaran film 3D.

Teknologi RealD 3D menggunakan sistem proyeksi berkecepatan tinggi hingga 144 fps, yang memungkinkan gambar dari kedua mata diproses secara simultan. Sistem ini dirancang untuk mengurangi jeda visual serta menjaga kenyamanan penonton selama pemutaran film berdurasi panjang.

Penerapan RealD 3D merupakan bagian dari upaya Cinépolis dalam memperkuat segmen Premium Large Format (PLF) di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan tren meningkatnya minat penonton terhadap pengalaman menonton yang menawarkan kualitas visual lebih tinggi dibandingkan format bioskop standar.

Saat ini, sistem RealD 3D telah dipasang di lima lokasi di Indonesia. Secara keseluruhan, Cinépolis Indonesia mengoperasikan 43 studio 3D yang tersebar di berbagai kota, dengan total kapasitas 8.619 kursi. Seluruh studio 3D tersebut telah mendukung pemutaran High Frame Rate (HFR) hingga 48 frame per detik (fps).

Sebagai jaringan bioskop internasional yang beroperasi di 18 negara dengan lebih dari 6.800 layar, Cinepolis mengembangkan sejumlah format pemutaran khusus di berbagai pasar. Di Indonesia, format tersebut antara lain Cinépolis VIP, Cinépolis Junior, Cinépolis Macro XE, D-BOX, serta 3D, yang kini sebagian di antaranya didukung oleh teknologi RealD.

"Langlah ini dilakukan untuk memperluas pilihan format menonton film 3D di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan pemutaran film dengan kualitas visual yang lebih stabil dan nyaman bagi penonton," ujar CEO Cinepolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (20/12).

Teknologi RealD 3D bekerja dengan sistem polarisasi, di mana masing-masing mata menerima gambar yang berbeda melalui kacamata khusus. Mekanisme ini menciptakan efek kedalaman visual sekaligus meminimalkan gangguan visual seperti bayangan ganda (ghosting).

Ke depan, penerapan RealD 3D diharapkan dapat memperluas akses penonton di berbagai daerah terhadap format pemutaran film 3D yang lebih beragam. Langkah ini juga mencerminkan upaya industri bioskop nasional dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi sinema global. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya