Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI sekaligus produser kenamaan tanah air, Ade Govinda, kembali memberikan kejutan manis di industri musik melalui kolaborasi lintas negara. Kali ini, ia menggandeng penyanyi berbakat asal Malaysia keturunan Indonesia, Aisha Retno, dalam sebuah karya terbaru bertajuk Semoga Saja.
Pertemuan dua musisi ini membuktikan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan perencanaan yang rumit. Lagu Semoga Saja lahir secara organik dari sebuah pertemuan santai di Kuala Lumpur pada akhir tahun lalu.
Ade menceritakan, awalnya, pertemuan tersebut tidak dimaksudkan untuk sesi penulisan lagu secara formal. Namun, atmosfer di studio pribadi Aisha di Kuala Lumpur justru memicu inspirasi yang tak terduga.
"Kita bikin lagu ini di akhir tahun lalu. Waktu itu kita ada kesempatan ketemu di Kuala Lumpur, ketemunya di studionya Aisha," ujar Ade, Selasa (16/12).
Sentuhan piano dan gitar yang ada di lokasi seolah menjadi pemantik bagi keduanya. Ade menambahkan, proses penulisan lirik terjadi begitu saja saat mereka mulai bertukar cerita tentang perasaan yang tengah dirasakan.
"Yang tadi niatnya cuma bertemu, ada gitar, ada piano, jadi kita bikin lagu. Terus temanya apa ya? Setelah dapet nada, terus dia bilang, 'Aku lagi ngerasa gini, ngerasa gini', nah langsung lah tertuliskan semua liriknya," kenang Ade yang hadir bersama Aisha.
Proses ini tergolong sangat singkat. Aisha mengungkapkan bahwa mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk merampungkan lirik lagu tersebut sebelum akhirnya Ade mengolahnya menjadi sebuah komposisi utuh yang siap dirilis pada September 2025.
Secara musikalitas, Semoga Saja hadir dengan balutan genre balada yang kental, ciri khas yang selama ini melekat pada karya-karya Ade Govinda.
Liriknya pun membawa pesan yang dalam, yakni tentang penggambaran rasa kehilangan seseorang yang disertai dengan doa-doa tulus untuk kebaikan.
Meski lahir di Malaysia, proses penyempurnaan lagu ini banyak dilakukan di Indonesia. Aisha harus bertolak ke Jakarta untuk melakukan perekaman vokal agar mendapatkan kualitas audio yang diinginkan.
Tidak hanya itu, penggarapan visual untuk lagu ini juga digarap dengan serius. Syuting video musik dilakukan di bawah arahan sutradara Bagoes Tresna Adji dengan mengambil latar suasana pantai di daerah Carita, Banten. Pemilihan lokasi ini dianggap mampu merepresentasikan kedalaman emosi yang tertuang dalam lirik lagunya.
Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi jembatan budaya bagi industri musik Indonesia dan Malaysia, tetapi juga menjadi lagu yang mampu menyentuh hati para pendengar yang tengah merasakan fase kehilangan. (Ant/Z-1)
Lagu Semoga Saja memperlihatkan sisi vokal Aisha Retno yang lembut namun kuat, dibalut musik dengan nada dan harmoni yang indah, ciri khas dari lagu Ade Govinda
Alih-alih narasi perpisahan yang penuh amarah atau pertikaian, lagu Berjarak dari Cocolite memotret fase persimpangan ketika dua orang yang saling mencintai mulai merasa lelah dan bimbang.
Cakra Khan menilai bahwa setiap komposisi lahir dari tujuan dan makna mendalam yang tidak boleh luntur begitu saja.
Keberhasilan ini membawa Work dari No Na langsung melesat ke posisi puncak Trending YouTube Music Indonesia dan peringkat pertama iTunes Indonesia.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved