Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Bintang Emon Ingatkan Fokus Rakyat Tetap ke DPR, Berharap Ada Oposisi

Media Indonesia
29/8/2025 20:55
Bintang Emon Ingatkan Fokus Rakyat Tetap ke DPR, Berharap Ada Oposisi
Unggahan Bintang Emon soal unjuk rasa 29 Agustus 2025.(Instagram @bintangemon)

BEBERAPA pihak menilai jika demo 29 Agustus 2025, bentuk berhasilnya pengalihan isu. Kemarahan rakyat telah berhasil dialihkan dari DPR RI ke Kepolisian.

 

Namun sejumlah sosok publik menyuarakan bahwa rakyat tetap paham jika pangkal persoalan adalah DPR dengan berbagai kebijakannya yang tidak merakyat, termasuk tunjangan-tunjangan selangit. Protes kepada Kepolisian adalah imbas dari penanganan demonstrasi yang represif hingga menyebabkan korban jiwa, driver ojol Affan Kurniawan.

 

Salah satu pesohor yang mewakili suara rakyat akan fokus protes pada DPR adalah Bintang Emon. Dalam unggahan di akun Instagram @bintangemon, komika ini juga sekaligus mengingatkan akan fokus pada partai. ‘Fokus DPR. Fokus Parta. Fokus DPR. Fokus Partai. Fokus DPR,’ tulisnya.

 

Bintang pun berharap akan segera ada lagi partai oposisi di DPR. ‘Semoga segera ada oposisi lagi di DPR. DPR adalah salah satu tempat yang kalo rukun, gw malah curiga,’ lanjut pria yang sedang menanti kelahiran anak pertama ini.

 

Bukan Benci Polisi

Pada unggahan sebelumnya, Bintang juga memberi pemahaman tentang protes yang sedang berlangsung pada Kepolisian. Ia menekankan agar protes itu tidak dilihat sebagai kebencian kepada institusi, melainkan orang-orangnya yang tidak kompeten.

 

“Yang kita benci bukan fungsi polisinya tapi orang-orang yang ga kompeten yang mengisi fungsi ini. kok memahami itu aja ga bisa sih?” tukas pria bernama lengkap Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra.

 

Lebih lanjut, ia membalas pandangan bahwa tindakan yang dilakukan Polisi hanyalah bagian dari melaksanakan tugas. Bagi pihak yang berdalih seperti itu, Bintang pun menegaskan semestinya polisi memahami jika masyarakat hanya ingin menyampaikan kemarahan ke DPR.

 

“Ada yang bilang lah kita kan bagaimana cuma ngelaksanain tugas doang! Lah kita juga bagaimana Pak, kita kan demonya mau ke DPR, marahnya ke DPR . DPRnya masang elu (Polisi). Masa gara-gara masang elu, kita harus jadi ilang marahnya, harus jadi lemah lembut?” tutur Bintang.

 

Pada Kamis (28/8) petang aksi unjuk rasa kepada DPR yang meluas berujung pada peristiwa tragis tewasnya driver ojol Affan Kurniawan. Affan yang dikabarkan tidak mengikuti demo, saat itu sedang menyeberang jalan bersamaan dengan sekelompok massa.

 

Ia kemudian tersungkur di tengah jalan dan tertabrak barracuda Brimob. Namun kendaraan taktis Brimob itu kembali melaju meski massa mengerubungi dan meminta berhenti. Jenazah Affan dimakamkan Jumat pagi di TPU Karet Bivak. 

 

Pada Jumat (29/8) sore, Kepolisian telah menyatakan bahwa 7 anggota Brimob yang berada di rantis penabrak Affan, melanggar kode etik. Mereka kini berada dalam Patus (Penepatan khusus) selama 20 hari. (M-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya