Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Ribuan Mahasiswa dan Ojol Geruduk Polda Jawa Tengah Atas Kematian Ojol Affan Kurniawan

Akhmad Safuan
29/8/2025 21:24
Ribuan Mahasiswa dan Ojol Geruduk Polda Jawa Tengah Atas Kematian Ojol Affan Kurniawan
Ilustrasi(Dok Ist)

BUNTUT meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) di Jakarta Affan Kurniawan akibat dilindas  mobil rantis (Barakuda)  Brimob Polda Metro Jaya, ribuan massa menggeruduk dan mengepung Polda Jawa Tengah Jumat (29/8) sore.

Pemantauan Media Indonesia Jumat (29/8) memasuki pukul 15.00 WIB, ribuan massa sebagian besar merupakan pengemudi ojek online (ojol) menggeruduk dan mengepung Polda Jawa Tengah hingga membuat ratusan personil disiagakan dan membuat pagar betis di seputar Polda yang berada di Jalan Pahlawan Kota Semarang.

Selain menyanyikan yel-yel yang mengkritik polusi, para peserta aksi juga menggelar orasi atas keprihatinan terhadap tindakan polisi yang mengakibatkan meninggalnya sejumlah korban dan diantaranya penembakan pelajar di Kota Semarang serta terakhir meninggalnya sopir Ojol  Affan Kurniawan akibat dilindas  mobil rantis (Barakuda)  Brimob Polda Metro Jaya.

Aksi unjuk rasa dan keprihatinan atas tindakan aparat kepolisian tersebut, juga sempat memanas pada pukul 16.00 WIB yakni ketika sejumlah massa yang telah mengepung Polda Jawa Tengah melempari botol air mineral ke arah petugas yang melakukan penjagaan ketat di pintu gerbang Polda.

Menghadapi aksi massa merupakan mahasiswa dan pengemudi ojol di Kota Semarang dan sekitarnya tersebut, polisi juga bersiaga penuh termasuk menyiapkan sejumlah kendaraan rantis Barakuda, bahkan beberapa kali menembakan gas air ke arah aksi demonstran serta menyemprotkan air.

Massa sempat mundur ke belakang ketika tembahsn gas air mata dan air diarahkan, namun kemudian kembali maju hingga meringsek pintu gerbang Polda Jawa Tengah untuk berusaha naduk ke dalam yang dijaga ketar ratusan personil.

"Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi atas keprihatinan terhadap anggota kepolisian yang mengakibatkan korban jiwa," kata seorang orator aksi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan kepada perwakilan massa untuk menyampaikan aspirasinya, namun berharap dalam menyampaikan aspirasi tersebut hendaknya dikakukan secara tertib. "Kami bisa memahami keinginan, silahkan sampaikan aspirasinya," ujarnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya