Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Aktris Claresta Taufan mengakui bahwa perannya dalam film horor Maryam: Janji dan Jiwa yang Terikat merupakan tantangan terberat sepanjang kariernya. Film ini, yang diangkat dari kisah nyata, memaksanya menghayati penderitaan Maryam, seorang perempuan yang mengalami teror gaib selama 26 tahun. Proses tersebut, kata Claresta, menguras fisik sekaligus mentalnya.
“Saya saja hanya menjalani peran Maryam beberapa bulan sudah sangat lelah, apalagi Mbak Maryam yang mengalaminya hampir 30 tahun,” ujarnya saat ditemui di Senayan City (19/8).
Claresta menjelaskan bahwa Maryam bukan sekadar kerasukan, melainkan berada di bawah kendali entitas gaib yang selalu menempel, seakan menjadi “pasangan yang terlalu mengontrol” meski tak kasatmata.
Untuk mendalami peran ini, Claresta langsung berinteraksi dengan Maryam agar bisa menyerap ketakutan nyata yang dialaminya. Menurutnya, film ini bukan sekadar horor pengusir kantuk, melainkan kisah yang lebih mencekam karena menyentuh penderitaan psikologis yang nyata.
“Hal paling sederhana seperti bersosialisasi pun jadi sulit, karena ada sosok yang selalu mengendalikan,” tambahnya.
Tantangan syuting tak berhenti pada pendalaman peran. Para pemain juga menghadapi fenomena misterius. Claresta menyebut perubahan suasana yang tiba-tiba, hingga momen sulit membedakan apakah lawan main benar-benar berakting atau mengalami gangguan.
Bersama rekannya, Debo, ia selalu waspada, menjaga pikiran tetap sehat, dan memperbanyak doa.
“Entitas ini masih ada di mana pun Maryam berada, jadi kami harus ekstra hati-hati,” jelas Debo.
Meski melelahkan, Claresta mengaku mendapatkan pelajaran berharga.
“Hidup yang sepenuhnya menjadi milik kita ternyata sebuah privilege. Saya berharap film ini membuat penonton lebih menghargai hidup, sekaligus memahami perjuangan Maryam,” tutupnya. (Z-10)
Aktris muda Claresta Taufan membagikan pengalaman transformasinya saat syuting film Pangku. Memerankan Sartika, seorang ibu yang berjuang keras demi keluarga.
"Bekerja dengan ibu Christine adalah mimpi aku banget. Aku sudah memimpikan untuk belajar dari ibu, dan aku belajar banyak banget dari dia."
Reza Rahadian akhirnya kembali lewat film horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.
Tujuan utama film horor bukan hanya menakut-nakuti, tetapi juga membangun emosi, adrenalin, dan rasa penasaran penonton. Beberapa film horor juga menyelipkan pesan moral, budaya
PERSPEKTIF berbeda dari kisah tentang makhluk Mistis Kuyang dihadirkan dalam film drama-horor terbaru berjudul ‘Kuyank’. Film Kuyank dijadwalkan tayang pada 29 Januari.
Sepanjang 2025 sempat muncul kekhawatiran minat penonton akan menurun terutama karena persaingan padat dan jadwal terbatas.
Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo resmi tayang di bioskop mulai hari ini, Kamis (15/1). Di tengah maraknya film horor Indonesia dengan adegan ekstrem.
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved